Tidak Tabayyun, Akhirnya Menyesal

  • 29 Jan 2026 05:20 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Tabayyun atau mencari kejelasan meneliti terlebih dahulu dari suatu berita dan informasi adalah kewajiban bagi setiap muslim. Mencari kejelasan dan kebenaran suatu perkara adalah diharuskan bagi seseorang untuk mengetahui dengan jelas suatu perkara itu agar dapat membuat atau menyimpulkan tanpa menimbulkan penyesalan dan kesalahan.

Sesungguhnya janganlah menimpa suatu musibah pada kaum kalian karena kebodohan kalian. Tidak mencelakakan orang lain akibat tidak tabayyun. Orang iman dengan orang iman lainnya seperti bangunan yakni saling memperkuat dan saling bersaudara. Kemudian tidak halal bagi seorang muslim yang mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari. Hal itu disampaikan ustaz Anam Azhari dalam acara Mutiara Pagi RRI Nunukan Kamis, 29 Januari 2026 yang dipandu penyiar Wina Dewiana.

Pentingnya meneliti kebenaran kabar sebelum menyebarkannya untuk menghindari kebohongan dan fitnah. Rasulullah SAW bersabda, "Cukuplah seseorang dianggap berdusta jika ia menceritakan setiap apa yang ia dengar" (HR. Muslim)

Cukuplah seseorang itu dikatakan pendusta apabila ia menyebarkan informasi kabar tanpa mencari kejelasan terlebih dahulu. Namun demikian “Tabayyun” kembali mengingatkan dan mengajarkan setiap hamba bahwa tidak semua informasi yang kita dengar harus langsung dipercayai atau disebarkan karena dampak dan akibatnya dapat merugikan diri sendiri.

Ketika mendapatkan suatu berita atau cerita, maka tabayyun harus dikedepankan. Tidak mencari-cari aib orang lain, kemudian menghadirkan ghibah. Tabayyun hukumnya adalah wajib, untuk memverifikasi dan mencari kejelasan kebenaran suatu informasi agar tidak merugikan dan menzholimi orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....