Kelomang - Petugas Kebersihan Alami Laut dan Pesisir

  • 25 Jan 2026 15:44 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Kelomang, atau yang sering disebut umang-umang, memegang peran vital sebagai petugas kebersihan alami di ekosistem pesisir dan laut. Sebagai hewan pemakan segala atau pemulung (scavenger), kelomang mengonsumsi sisa-sisa organik seperti bangkai hewan, tumbuhan laut yang membusuk, hingga kotoran lain yang ada di pasir. Dengan memakan limbah organik ini, kelomang membantu mencegah penumpukan bakteri berbahaya dan menjaga air di sekitar terumbu karang tetap bersih, yang pada akhirnya mendukung kesehatan ekosistem laut secara keseluruhan.

Selain sebagai pembersih, kelomang berperan penting dalam proses aerasi nutrisi di dalam tanah atau pasir pantai. Saat mereka menggali atau merayap di dasar laut untuk mencari makan dan perlindungan, aktivitas ini membantu membolak-balik lapisan sedimen. Proses pengadukan ini memungkinkan oksigen masuk lebih dalam ke dalam pasir, yang sangat membantu mikroorganisme bermanfaat untuk hidup dan membantu siklus nutrisi kembali ke air. Tanpa aktivitas penggalian dari krustasea kecil ini, sedimen dasar laut dapat menjadi padat dan kekurangan oksigen (anoksik).

Dalam rantai makanan, kelomang bertindak sebagai mata rantai penghubung yang sangat krusial. Mereka menjadi sumber protein penting bagi berbagai predator yang lebih besar, seperti ikan kakap, kepiting besar, burung laut, hingga gurita. Karena jumlahnya yang sangat banyak di wilayah pesisir, kelomang menyediakan pasokan makanan yang stabil bagi predator tersebut. Ketersediaan populasi kelomang yang sehat menjamin keberlangsungan hidup spesies tingkat atas dalam piramida makanan laut.

Kelomang juga memiliki peran unik dalam daur ulang material laut, terutama cangkang gastropoda (siput laut). Kelomang tidak memiliki cangkang keras sendiri untuk melindungi perutnya yang lunak, sehingga mereka memanfaatkan cangkang kosong yang ditinggalkan oleh siput laut yang sudah mati. Perilaku ini menciptakan sistem "ekonomi cangkang" di bawah laut; saat seekor kelomang tumbuh besar dan pindah ke cangkang yang lebih luas, cangkang lamanya akan segera dihuni oleh kelomang lain yang lebih kecil. Kompetisi dan distribusi cangkang ini membantu menyeimbangkan kepadatan populasi berbagai spesies di zona pasang surut.

Kelomang dapat berfungsi sebagai indikator kesehatan lingkungan pantai. Karena mereka sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air dan polusi kimia, penurunan drastis populasi kelomang di suatu pantai bisa menjadi tanda awal adanya kerusakan ekosistem atau kontaminasi plastik. Saat ini, banyak kelomang yang mulai menggunakan sampah plastik sebagai pengganti cangkang karena kelangkaan cangkang alami, sebuah fenomena yang mengingatkan manusia akan dampak polusi terhadap keseimbangan hayati di laut.(goodnewsfromindonesia.id)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....