Barnacles - Kerabat Udang Yang Tidak Berenang

  • 25 Jan 2026 15:26 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Teritip (Barnacles) adalah hewan krustasea yang berkerabat dengan udang serta memiliki cara hidup unik dengan menempel secara permanen pada permukaan keras di laut, mulai dari bebatuan, tiang dermaga, hingga tubuh hewan lain seperti paus. Alasan utama mereka harus menempel adalah karena saat mencapai fase dewasa, teritip kehilangan kemampuan untuk berenang bebas. Setelah melewati masa larva yang melayang di air, mereka akan mencari lokasi yang stabil untuk menetap dan mengeluarkan semen biologis yang sangat kuat guna merekatkan diri seumur hidup, karena keberlangsungan hidup mereka sepenuhnya bergantung pada stabilitas tempat menempel tersebut.

Proses menempel ini merupakan bagian krusial dari strategi pertahanan diri mereka terhadap kerasnya lingkungan laut. Dengan melekat pada substrat yang kokoh, teritip dapat membangun cangkang kalsium karbonat yang keras di sekeliling tubuh lunak mereka. Cangkang ini berfungsi sebagai benteng pelindung dari hantaman ombak yang kuat serta serangan predator seperti ikan atau burung laut. Tanpa menempel pada permukaan yang stabil, teritip tidak akan mampu membangun struktur pelindung ini dan akan sangat mudah hanyut atau dimangsa.

Selain untuk perlindungan, menempel adalah cara teritip untuk mendapatkan makanan secara efisien melalui metode filter feeding. Dengan berada di posisi yang tetap, terutama di area yang memiliki arus air kuat atau pada hewan yang terus bergerak seperti paus, teritip cukup menjulurkan kaki halusnya yang disebut cirri untuk menyaring plankton dan partikel makanan dari air yang lewat. Menempel pada inang yang bergerak memberikan keuntungan tambahan bagi mereka, karena mereka akan selalu dibawa menuju perairan yang kaya akan nutrisi tanpa harus mengeluarkan energi untuk berenang.

Aspek reproduksi juga menjadi alasan mengapa teritip hidup berkoloni dan menempel berdekatan satu sama lain. Karena mereka bersifat hermafrodit namun tidak bisa berpindah tempat untuk kawin, teritip harus berada dalam jangkauan fisik dengan tetangganya agar bisa melakukan pembuahan silang. Mereka memiliki organ reproduksi yang sangat panjang yang mampu menjangkau individu di sekitarnya. Jika tidak menempel dalam kelompok yang rapat, peluang mereka untuk menghasilkan keturunan akan sangat kecil, yang pada akhirnya dapat mengancam kelestarian spesies mereka.

Secara keseluruhan, perilaku menempel pada teritip adalah bentuk adaptasi evolusi yang luar biasa untuk bertahan hidup di zona pasang surut yang ekstrem. Dengan mengorbankan mobilitas mereka, teritip mendapatkan keamanan, sumber makanan yang konsisten, dan akses untuk bereproduksi. Lem alami yang mereka gunakan untuk menempel bahkan menjadi salah satu zat perekat terkuat yang dikenal manusia, membuktikan betapa vitalnya ikatan antara teritip dan tempat tinggalnya bagi keberlangsungan hidup mereka di lautan.(balifundiving.com)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....