Birgus Latro, Kelomang Yang Sering disebut Kepiting

  • 05 Sep 2025 17:53 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan : Kepiting kenari, atau Birgus latro, bukanlah kepiting sejati melainkan jenis kelomang darat terbesar di dunia. Meskipun sering disebut "kepiting" karena penampilannya yang menyerupai, hewan ini masuk dalam famili Coenobitidae, yang juga mencakup kelomang-kelomang lain. Habitatnya tersebar di pulau-pulau di Samudra Hindia dan Pasifik, dengan populasi terbesar ditemukan di Christmas Island. Ciri khasnya adalah ukurannya yang bisa mencapai berat hingga 4 kilogram dan rentang kaki hingga 1 meter, menjadikannya artropoda darat terbesar di planet ini.

Salah satu fakta paling menarik dari kepiting kenari adalah kemampuannya untuk memanjat pohon, terutama pohon kelapa, untuk memakan buahnya. Mereka memiliki cakar yang sangat kuat dan tajam yang dapat digunakan untuk membuka buah kelapa yang keras. Nama "kepiting kenari" sendiri berasal dari kebiasaan unik ini, yang membuatnya dikenal sebagai pemakan kelapa yang rakus. Meski demikian, makanan mereka tidak terbatas pada kelapa; mereka juga memakan buah-buahan lain, kacang-kacangan, dan bahkan bangkai hewan.

Secara fisik, kepiting kenari memiliki eksoskeleton yang kokoh dan berwarna bervariasi, mulai dari ungu, biru, hingga oranye kemerahan. Berbeda dengan kelomang lain yang membawa cangkang siput sebagai tempat perlindungan, kepiting kenari dewasa tidak lagi memerlukan cangkang. Mereka mengembangkan perut yang keras dan berkapur untuk melindungi diri dari predator. Uniknya, mereka juga memiliki indra penciuman yang sangat tajam, yang membantu mereka menemukan sumber makanan dari jarak jauh.

Reproduksi kepiting kenari adalah proses yang menarik. Betina melepaskan telurnya ke laut, di mana larva akan menetas dan menjalani fase planktonik. Setelah melewati beberapa tahap perkembangan, larva akan naik ke daratan dan mencari cangkang kecil untuk perlindungan, mirip dengan kelomang pada umumnya. Namun, seiring dengan pertumbuhan mereka, kepiting kenari akan meninggalkan kebiasaan ini dan menjadi sepenuhnya hewan darat. Siklus hidup mereka sangat panjang, dengan beberapa individu diketahui dapat hidup hingga 60 tahun.

Meskipun ukurannya besar dan tampak menakutkan, kepiting kenari umumnya tidak agresif terhadap manusia. Namun, keberadaan mereka di alam liar menghadapi tantangan. Mereka rentan terhadap perburuan ilegal dan hilangnya habitat akibat pembangunan. Oleh karena itu, di banyak wilayah, kepiting kenari dilindungi oleh hukum. Upaya konservasi terus dilakukan untuk memastikan kelangsungan hidup spesies yang unik dan luar biasa ini.(jagatsatwanusantara.id)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....