Hakekat Ketenangan Jiwa dalam Islam

  • 05 Mei 2025 07:02 WIB
  •  Nunukan

KBRN Nunukan: Di tengah dinamika kehidupan yang tak jarang menghadirkan tantangan dan gejolak, kebutuhan akan ketenangan batin menjadi semakin relevan. terkadang kita merasa sudah berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah, namun ketenangan jiwa itu masih terasa jauh.

Ketenangan jiwa bukanlah sekadar kondisi tanpa masalah atau emosi. Lebih dari itu, hakikat ketenangan jiwa terletak pada kemampuan hati untuk tetap stabil dan damai meskipun di tengah berbagai ujian dan cobaan hidup. Ini adalah kondisi batin yang kokoh, yang bersumber dari kedekatan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hal itu di sampaikan Ustadz H. Darsan Ahmad Were S.Pd.I, dalam Mutiara Pagi RRI Nunukan, senin (5/5/2025 ).

“Salah satu pilar utama dalam meraih ketenangan jiwa adalah kemampuan untuk mengelola pikiran dan emosi. Pikiran yang terus berkecamuk dengan kekhawatiran akan masa depan atau penyesalan akan masa lalu dapat merampas kedamaian batin. Oleh karena itu, penting untuk melatih diri fokus pada saat ini, pada setiap langkah dan tindakan yang kita lakukan”.

Selain itu, hubungan yang sehat dengan diri sendiri dan orang lain juga berkontribusi signifikan terhadap ketenangan jiwa. Menerima diri dengan segala kelebihan dan kekurangan, memaafkan kesalahan diri sendiri dan orang lain, serta membangun komunikasi yang baik adalah langkah-langkah penting menuju kedamaian batin.

Praktik-praktik seperti meditasi, yoga, atau sekadar meluangkan waktu untuk menyendiri dan merenung juga dapat membantu menenangkan pikiran dan meredakan stres. Aktivitas fisik yang teratur juga terbukti efektif dalam meningkatkan suasana hati dan mengurangi kecemasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....