KONI Nunukan Tekankan Tiga Poin Penting bagi Pengurus Baru POBSI

  • 10 Agt 2026 08:56 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Nunukan menekankan tiga poin penting kepada kepengurusan baru Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Nunukan yang baru dilantik untuk periode 2026-2030. Ketiga poin tersebut menjadi perhatian dalam upaya memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi olahraga biliar di Kabupaten Nunukan.

Poin pertama berkaitan dengan konsolidasi organisasi. Kepengurusan baru POBSI Nunukan diminta segera menggelar rapat kerja untuk menyusun program kerja jangka pendek, menengah dan panjang. Selain itu, pendataan atlet juga perlu dilakukan secara tertib, termasuk meningkatkan lisensi dan kompetensi pelatih maupun wasit.

Poin kedua adalah pembinaan atlet secara berjenjang. KONI mendorong POBSI untuk memperkuat pembibitan atlet sejak usia dini serta menggelar kompetisi secara rutin, baik antar klub maupun di kalangan pelajar. Langkah tersebut dinilai penting untuk menemukan dan menjaring bibit-bibit atlet biliar potensial di Kabupaten Nunukan.

Poin ketiga adalah menjaga marwah olahraga biliar. Selama ini, olahraga biliar masih kerap mendapat stigma negatif karena identik dengan tempat hiburan malam. Karena itu, kepengurusan baru POBSI diharapkan mampu menunjukkan bahwa biliar merupakan cabang olahraga prestasi yang memiliki aturan, pembinaan, serta menjunjung tinggi sportivitas.

Ketua KONI Kabupaten Nunukan, Muhammad Yasin, mengatakan olahraga biliar kini semakin menunjukkan eksistensinya sebagai cabang olahraga prestasi hingga ke tingkat internasional. Bahkan, atlet biliar Indonesia telah beberapa kali menorehkan prestasi di cabang olahraga tersebut.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan olahraga biliar memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai cabang olahraga prestasi di Kabupaten Nunukan. Karena itu, kepengurusan baru POBSI diharapkan mampu memanfaatkan atlet potensial melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

"Atlet-atlet juga langganan juara dunia di cabang olahraga biliar. Artinya, peluang prestasi terbuka sangat lebar bagi atlet di Kabupaten Nunukan", ujar Muhammad Yasin, Minggu (9/8/2026).

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus baru POBSI Nunukan memiliki amanah besar untuk mengembangkan sekaligus meningkatkan prestasi olahraga biliar di Kabupaten Nunukan. Menurutnya, jabatan yang diemban bukan sekadar posisi dalam organisasi, tetapi juga merupakan tanggung jawab moral untuk memajukan olahraga biliar di daerah.

"Amanah ini bukan sekedar jabatan, tetapi tanggung jawab moral untuk memajukan olahraga biliar di Kabupaten Nunukan", ucapnya.

Yasin juga meminta Pemerintah Kabupaten Nunukan agar memberikan perhatian serupa terhadap cabang olahraga biliar. Perhatian itu diwujudkan melalui penyediaan sarana latihan berstandar nasional serta pemberian bonus bagi atlet yang mampu meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....