Pengawasan Dapur MBG Diperketat, 11 SPPG Layani 23 Ribu Penerima
- 08 Jun 2026 11:58 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan mencatat saat ini terdapat 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keberadaan dapur-dapur MBG tersebut kini melayani puluhan ribu penerima manfaat di berbagai wilayah Nunukan dan Sebatik.
Meski jumlah SPPG terus bertambah, Dinkes P2KB Nunukan memastikan pengawasan terhadap keamanan dan kualitas makanan tetap dilakukan. Setiap SPPG mendapat pendampingan dan pembinaan agar makanan yang diproduksi aman serta layak dikonsumsi.
Kepala Dinkes P2KB Nunukan, Hj. Miskia, mengatakan pengawasan dilakukan secara berkala, termasuk melalui pengujian sampel makanan yang diproduksi oleh setiap SPPG. Beberapa dapur MBG yang baru beroperasi juga masih dalam proses melengkapi persyaratan administrasi dan sanitasi.
"Karena ada juga yang baru beroperasi, kita tetap dampingi dan nanti kita akan menguji sampel makanan mereka untuk memastikan semuanya aman," kata Hj. Miskia, Senin (8/6/2026).
Sebelas SPPG yang telah terdata berada di Nunukan Selatan, Nunukan Barat, Nunukan Timur, Nunukan Timur 2, Nunukan Tengah, Nunukan Tengah 2, Sebatik Timur, Sebatik Utara, Sebatik Tengah, Sebatik, serta Kekayap. Namun, tidak seluruhnya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS.
Data Dinkes P2KB menunjukkan, program MBG yang dijalankan melalui 11 SPPG tersebut saat ini telah menjangkau 21.543 siswa dan 435 tenaga pendidik. Selain itu, sebanyak 1.737 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga telah penerima manfaat program tersebut.
Menurut Hj. Miskia, pemberian makanan bergizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi salah satu upaya menekan angka stunting di Kabupaten Nunukan. Kelompok sasaran tersebut dinilai membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak dini.
"Ini untuk gizinya kan, salah satu pencegahan stunting, makanya sasarannya bumil, busui, balita dan untuk perkembangan anak juga," ujarnya.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada warga lanjut usia atau lansia di Kabupaten Nunukan yang terdaftar sebagai penerima program MBG. Dinkes P2KB menyebut penyaluran program masih difokuskan kepada siswa, tenaga pendidik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....