Mendorong Kemandirian Pangan di Perbatasan lewat Produksi Sayur Lokal

  • 22 Apr 2026 10:03 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan-Di Kelurahan Mansappa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, sebuah lahan perkebunan seluas 3 hektare kini menjadi tumpuan produksi sayuran lokal. Lahan milik warga setempat tersebut dimanfaatkan secara produktif untuk menanam berbagai komoditas pangan.

Pemilik lahan, Ruslan menjelaskan bahwa jenis sayuran yang dikembangkan meliputi cabai, tomat, dan terong. Biasanya, masa panen berlangsung selama tiga bulan sekali dengan intensitas petik setiap tiga hari sekali.

Dalam satu siklus, total hasil panen bisa mencapai 400 kilogram. Hasil panen ini dijual langsung kepada masyarakat sekitar di lokasi perkebunan guna memenuhi kebutuhan warga.

"Di sini tanamannya ada tomat, cabai, dan terong. Masa tanamnya kisaran 3 bulan. Kalau sudah masuk masa panen, biasanya kita petik 3 hari sekali," ujarnya.

Meski produktif, petani lokal masih menghadapi tantangan besar, terutama persaingan dengan produk dari luar daerah. Selama ini, Kabupaten Nunukan memang masih bergantung pada pasokan bahan pokok dari Sulawesi untuk menjaga stabilitas harga dan menutupi kekurangan stok lokal.

Untuk itu, Ruslan berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan arus masuk produk dari luar daerah. Dengan begitu, hasil tani lokal memiliki ruang pasar yang lebih luas.

"Kalau bisa, pasokan dari luar seperti dari Sulawesi bisa sedikit dibatasi. Tujuannya supaya produksi lokal bisa meningkat pasarannya. Selama ini kalau barang luar masuk terus, pemasaran produk lokal jadi terhambat," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....