Tujuh Ribu Siswa Nunukan Terakomodir Program Sekolah Rakyat
- 23 Jan 2026 12:07 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Nunukan mencatat sekitar 7.000 siswa berpotensi menjadi calon peserta Sekolah Rakyat. Data tersebut diperoleh dari hasil validasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan kategori desil 1 hingga 3.
Kepala DSP3A Kabupaten Nunukan Faridah Ariyani mengatakan, Sekolah Rakyat ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu hingga kemiskinan ekstrem. Untuk itu, pihaknya memfokuskan pendataan pada kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori tersebut.
“Dari data DTSEN ini ada sekitar tujuh ribuan yang masuk desil satu sampai tiga, artinya jumlah itu layak masuk ke Sekolah Rakyat,” kata Faridah, Jumat (23/1/2026).
Faridah menjelaskan, Sekolah Rakyat nantinya akan menerapkan sistem asrama bagi seluruh peserta didik. Seluruh kebutuhan pendidikan, termasuk tempat tinggal dan biaya hidup siswa, akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
“Karena diasramakan dan semuanya gratis, maka yang masuk benar-benar siswa dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini juga menyasar siswa kurang mampu yang selama ini harus mengontrak atau menumpang di rumah kerabat demi melanjutkan pendidikan. Menurutnya, dengan konsep asrama, diharapkan beban biaya yang selama ini ditanggung orang tua dapat diminimalisir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....