Kades Bawomataluo Apresiasi Dukungan Pemerintah Terhadap Bawomataluo Expo
- 03 Agt 2026 16:05 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan – Pelaksanaan Bawomataluo Expo merupakan program Pemerintah Desa yang diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan komitmen bersama dalam melestarikan budaya daerah dan diberkati oleh Tuhan, kegiatan tersebut dipastikan akan berjalan sesuai dengan harapan bersama.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Teruna Wau dalam sambutannya pada penutupan Bawomataluo Expo IV ‘Gema Budaya Hilifimaedodano’, di desa setempat, Minggu, 2 Agustus 2026. Ia bersyukur pelaksanaan Bawomataluo Expo IV sejak 27 Juli 2026 tersebut telah berjalan dengan baik.
Ia menjelaskan, kehadiran Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, pada penyelenggaraan tahun ini bukan tanpa alasan. Melainkan sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap potensi budaya di Kabupaten Nias Selatan khususnya Bawomataluo.
“Pelaksanaan Bawomataluo Expo ini tidak dapat kita laksanakan secara berturut-turut setiap tahun. Kegiatan ini sempat terhenti selama beberapa tahun akibat pandemi Covid-19 yang berimbas di seluruh sektor kehidupan masyarakat,” kata Teruna Wau.
Ia mengungkapkan bahwa Menteri Kebudayaan telah berjanji mendukung penyelenggaraan Bawomataluo Expo tahun depan dengan skala yang lebih besar. Guna mendukung hal tersebut pihaknya akan segera membentuk kepanitiaan agar mendapat perhatian Pemerintah Daerah sebelum penetapan anggaran tahun 2027.

Menurutnya, dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan terhadap pelaksanaan Bawomataluo Expo IV sangat luar biasa sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Atas dukungan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap pengembangan kebudayaan di Bawomataluo.
Ia juga mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya telah melakukan komunikasi melalui telepon dengan Menteri Kebudayaan dan Gubernur Sumatera Utara. Dalam pembicaraan tersebut, keduanya disebut menyatakan dukungan penuh agar Bawomataluo Expo terus dikembangkan pada masa mendatang.
“Oleh karena itu, jika ada kesempatan, saya mengajak para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat Desa Bawomataluo. Mari kita bermusyawarah bagaimana membangkitkan semangat generasi muda dalam bidang kebudayaan,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf karena dokumentasi Hoho dan Tari Perang (Fatelesa) yang direkam pada tahun 1930 belum sempat ditayangkan akibat padatnya rangkaian acara. Rekaman yang diterimanya dari Dr. Barbara Titus dari Amsterdam sekitar tiga bulan lalu itu, termasuk dokumentasi penampilan leluhur Fociako Fau, akan segera dipublikasikan agar masyarakat dapat memahami warisan sejarah tersebut sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....