Uniknya Rago, Aksesoris Tolögu, Pedang Khas Nias Selatan

  • 21 Jun 2026 02:51 WIB
  •  Nias Selatan

Untuk membuat sebuah Rago, Yasaro membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Dengan catatan seluruh bahan sudah tersedia sehingga ia tinggal langsung mengerjakan.

Di masa lampau, sebuah Tolögu sebenarnya tidak disematkan Rago. Menurut Yasaro, Rago digunakan sebagai sebagai pengganti kepala manusia.

“Kalau di masa perang jaman dulu, di Tolögu tidak ada Rago. Karena fungsinya sebagai senjata,” ungkapnya.

Membuat Rago tidak sama seperti membuat aksesoris lainnya yang bisa sembarang saja dibentuk. Rago harus menyesuaikan dengan besar kecilnya sebuah Tolögu.

Sarung Tolögu dengan Rago. (Foto: Museum Pusaka Nias)

Harga Rago juga ditentukan oleh tingginya kreativitas seorang pengrajin dalam membuat Rago. Seperti pemilihan jenis taring hewan yang digunakan ataupun menyisipkan aksesoris tambahan lainnya.

Seorang Peneliti sekaligus Dosen Undiksa, Bali, Ahmad Ginanjar Purnawibawa terlibat dalam sebuah proyek dokumentasi pembuatan Tolögu pada Mei 2026 lalu. Dalam penelitiannya ia menemukan bahwa Rago termasuk sebagai salah satu aksesoris pembeda Tolögu dengan parang biasa yang dipakai sehari-hari.

Pembuatan Rago juga membutuhkan dua jenis rotan, satu untuk membuat anyaman utama dan jenis lainnya untuk menutup atau mengunci anyaman. Selain itu, ada teknik tertentu yang digunakan dalam menentukan seberapa besar ukuran Rago yang diinginkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....