Bawomataluwo Expo IV 2026 Resmi Berakhir, Dorong Pelestarian Budaya dan UMKM Nisel

  • 03 Agt 2026 16:06 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Bawomataluwo Expo IV Tahun 2026 yang digelar oleh masyarakat Desa Bawomataluwo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan resmi berakhir, Minggu, 2 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan sejak 27 Juli 2026 Agustus tersebut dinilai telah berjalan dengan baik, aman dan lancar.

Penyelenggaraan Bawomataluwo Expo IV kali ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Nias Selatan ke-23. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda kebanggaan masyarakat Bawomataluwo sekaligus wadah untuk mempererat kebersamaan masyarakat di Kabupaten Nias Selatan.

Dengan mengusung tema "Gema Budaya Hilifamaedodano Bawomataluo Sibai”, mencerminkan komitmen masyarakat menjadikan ajang tersebut sebagai ruang pengembangan kreativitas yang berkelanjutan demi mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Bawomataluo Expo IV adalah salah satu wujud upaya masyarakat Bawomataluo dan secara umum setiap insan masyarakat Kabupaten Nias Selatan dalam melindungi, memberdayakan, dan memajukan UMKM dengan pendayagunaan potensi lokal untuk peningkatan kreatifitas, inovasi, dan promosi baik tingkat regional, nasional, dan internasional,” kata Ketua Panitia, Ariston Manao dalam sambutannya pada acara penutupan.

Suasana penutupan Bawomataluo Expo IV, Minggu, 2 Agustus 2026. (Foto: RRI/Anoverlis)

Selain itu ia mengemukakan Bawomataluo Expo IV juga menjadi sarana komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan masyarakat dalam menyampaikan proses serta capaian pembangunan daerah. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Disamping menjadi media promosi, ajang tersebut bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui pengenalan produk unggulan dan hasil inovasi pembangunan daerah. Puluhan stan memamerkan beragam produk, mulai dari kerajinan tangan, makanan dan minuman, produk herbal, hingga kuliner khas daerah.

“Selama penyelenggaraan, masyarakat disuguhi beragam atraksi budaya, di antaranya tari tradisional, tari perang, lompat batu, Famadaya Harimao, tari kreasi sanggar, serta lomba permainan rakyat tradisional. Tahun ini Lompat Batu ditetapkan sebagai ikon Bawomataluwo Expo IV dengan memiliki filosofi yang siap terbang tinggi, yang melambangkan bahwa Kabupaten Nias Selatan siap terbang lebih mendunia dalam upaya menguatkan jati diri dan identitas dalam melestarikan, menggali dan pengembangan kebudayaan Nias secara umum di mata dunia,” ungkapnya.

Ariston Manao juga menyampaikan terimakasih atas dukungan semua pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap Bawomataluo Expo dapat dijadikan sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan dalam rangka melestarikan budaya dan promosi wisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....