PLN Icon Plus Dukung Perwujudan Bali Green Province

  • 03 Feb 2025 08:55 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Bali menjadi salah satu provinsi yang getol mendukung pemanfaatan energi bersih dan hijau. Berbagai cara dilakukan pemerintah setempat untuk merealisasikan asa Pulau Dewata sebagai Provinsi Hijau (Green Province).

Merespon komitmen itu, PLN Icon Plus bertekad untuk mendukung terwujudnya Bali Green Province. Corporate Secretary PLN Icon Plus, Heni Utari Ambarwati mengemukakan, pihaknya memiliki program khusus pemanfaatan energi bersih dan hijau.

"Kami konsern program 2025, ingin membuat Bali yang lebih hijau, atau green energy ya. Dimana itu sejalan dengan program pemerintah untuk menurunkan emisi karbon hingga nol di tahun 2060," katanya kepada wartawan belum lama ini.

"Kemudian juga programnya PLN, energy transition, kami sebagai subholdingnya PLN, yaitu PLN Icon Plus juga diamanatkan untuk mendukung program itu di Bali," lanjutnya.

Salah satu sokongan berupa instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap. PLTS atap disebut siap mendukung akselerasi Bali Green Province.

Program tersebut disebut telah dikomunikasikan dengan Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster. Bahkan pemasangan PLTS atap akan langsung digenjot pasca pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih.

"Jadi rencananya akan menjadikan Bali sebagai Green Island," ujarnya.

Heni menjelaskan, pemasangan PLTS atap bakal dilakukan di seluruh Bali. Namun untuk mengawali program ini, instalasi bakal dimulai di kantor-kantor pemerintah.

"Tindaklanjutnya masih menunggu MoU dengan pemerintah daerah. Tetapi kami sudah survei, yang pasti gedung pemerintahan sebagai pilot project," jelasnya.

"Ke depan, Pak Gubernur terpilih akan memanggil pengelola hotel, sekolah, rumah sakit untuk pemasangan PLTS atap. Inistiatifnya tetap dari beliau," sambungnya.

PLN Icon Plus pada tahap awal merencanakan instalasi PLTS atap berkapasitas 5 MWp (MegaWatt peak). Hanya saja dalam perbincangan, Gubernur Bali terpilih meminta pihaknya dapat merealisasikan 100 MWp.

"Kita akan coba. Karena ini program pertama, kita harus diskusi dulu dengan pemilik gedung. Apalagi setiap lokasi skemanya berbeda. Tetapi kami berharap bisa mencapai itu," katanya.

"Kita juga akan menjadikan Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan sebagai sasaran pemasangan PLTS atap. Termasuk nanti kalau memungkinkan kita mengarah ke residensial atau perumahan," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....