KTT G20 di Brasil Bahas Iklim dan Kemiskinan
- 19 Nov 2024 08:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Rio de Janeiro: KTT G20 berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, Senin (18/11/2024), bersamaan dengan konferensi iklim COP29 di Azerbaijan. Para pemimpin dunia bertemu untuk membahas isu kemiskinan, pendanaan iklim, dan inisiatif multilateral lainnya.
Presiden AS Joe Biden hadir untuk terakhir kalinya sebagai presiden. Statusnya sebagai pemimpin yang segera lengser membuat banyak pihak mulai memandang ke depan tanpa dirinya.
Sementara itu, Presiden China Xi Jinping diprediksi menjadi sorotan utama dengan posisinya sebagai pelindung perdagangan bebas. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva memanfaatkan perannya sebagai tuan rumah untuk menyoroti isu-isu Global Selatan dan perubahan iklim.
Melansir dari The New Arab, pertemuan ini digelar di Museum Seni Modern Rio de Janeiro dengan pengamanan ketat. Sorotan utama dalam pertemuan ini adalah pendanaan iklim, yang juga menjadi fokus COP29.
Sekjen PBB Antonio Guterres meminta G20, yang menyumbang 80 persen emisi global, menunjukkan kepemimpinan untuk mencapai kesepakatan. Namun, negara-negara berkembang seperti China menolak tekanan dari negara kaya untuk ikut membiayai proyek-proyek iklim global.
Pada KTT G20 sebelumnya di India, para pemimpin menyerukan peningkatan energi terbarukan tanpa larangan eksplisit terhadap bahan bakar fosil. Kali ini, Lula menegaskan fokus KTT adalah pada isu-isu kemiskinan.
Lula meluncurkan "Aliansi Global Melawan Kelaparan dan Kemiskinan," menyampaikan harapan bagi 733 juta orang yang kelaparan di dunia. Brasil juga mendorong kenaikan pajak untuk miliarder sebagai bagian dari agenda redistribusi kekayaan.
Meski agenda Lula sempat mendapat tentangan Argentina, sumber diplomatik Brasil menyebut semua anggota G20 menyetujui rancangan pernyataan akhir. Namun, delegasi Argentina menyebut keberatan masih ada dan teks tersebut belum tentu ditandatangani.
KTT ini menghadapi tantangan geopolitik dan isu keamanan, tetapi diharapkan menghasilkan solusi nyata untuk kemiskinan global dan krisis iklim. Para ahli menilai tindakan tegas dalam pendanaan iklim sangat penting bagi negara berkembang yang terkena dampak perubahan iklim secara tidak proporsional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....