KTT Ke-18 BRICS Digelar di India di tengah Perang Global

  • 12 Sep 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Para pemimpin BRICS mengadakan KTT ke-18 di New Delhi, India pada 12 September 2026 dengan fokus mengatasi dampak ekonomi global dari konflik AS-Iran.
  • Konflik AS-Iran telah memicu krisis energi yang meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan energi, perdagangan internasional, dan tekanan inflasi di seluruh dunia.
  • Perdana Menteri India Narendra Modi mengharapkan pembahasan dalam KTT BRICS berlangsung positif dan bermakna untuk menemukan solusi atas tantangan ekonomi global.

RRI.CO.ID, New Delhi — Para pemimpin BRICS bertemu di New Delhi, India, pada Sabtu, 12 September 2026 untuk menghadiri KTT BRICS ke-18. KTT tersebut digelar di tengah dampak ekonomi global akibat konflik AS-Iran yang memicu krisis energi.

Melansir dari Anadolu, konflik tersebut juga meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan energi, perdagangan, dan inflasi. Perdana Menteri India Narendra Modi berharap pembahasan dalam KTT tersebut berlangsung positif dan bermakna.

KTT Pemimpin BRICS ke-18 mempertemukan pemimpin dan pejabat senior dari 11 negara anggota. Negara tersebut meliputi Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Pada hari pertama, para pemimpin menghadiri sesi tertutup dengan tema “Tata Kelola Global yang Inklusif dan Penguatan Multilateralisme”. Mereka juga dijadwalkan mengunjungi Pameran Bharat Innovates, mengikuti upacara penanaman pohon, serta menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan Modi.

Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi sejumlah pemimpin yang menghadiri KTT tersebut. Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi juga turut hadir.

Ethiopia diwakili Perdana Menteri Abiy Ahmed Ali, sedangkan Uni Emirat Arab diwakili Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Brasil diwakili Menteri Luar Negeri Mauro Vieira, sementara Arab Saudi diwakili Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.

BRICS juga telah menerima sejumlah negara sebagai negara mitra dan sejumlah pemimpin negara mitra tersebut turut menghadiri KTT BRICS. Negara mitra tersebut termasuk Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.

Pada hari kedua, mereka akan menghadiri sesi terbuka bertema “Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama dan Keberlanjutan: Membentuk Masa Depan untuk Pertumbuhan Global yang Inklusif”. Para pemimpin BRICS diperkirakan juga akan mengeluarkan pernyataan bersama.

Menurut data yang dikutip BRICS, kelompok tersebut kini mewakili sekitar 49,5 persen populasi dunia. BRICS juga mencakup sekitar 40 persen produk domestik bruto global dan 26 persen perdagangan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....