Proyek Hybrid Green Ammonia akan Dibangun di Indonesia

  • 12 Nov 2024 16:19 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Berpartisipasi sebagai anggota delegasi Indonesia, di Conference of the Parties (COP) UN Climate Change Conference ke-29, di Azerbaijan, PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan posisi Indonesia, dalam transisi energi hijau global, melalui Proyek GAIA (Green Ammonia Initiative from Aceh), yang akan menjadi fasilitas hybrid green ammonia pertama di dunia.

Proyek ini memanfaatkan pabrik amonia milik anak perusahaan Pupuk Indonesia, yakni Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh. Selain memproduksi amonia dari bahan baku gas alam, pabrik ini juga akan menghasilkan amonia hijau dari hidrogen, yang dihasilkan lewat proses elektrolisis air.

“Proyek GAIA bukan hanya upaya meningkatkan efisiensi penggunaan aset yang ada, namun juga inovasi kami dalam menciptakan solusi berkelanjutan, yang berdampak positif bagi lingkungan, perekonomian, bahkan mendukung ketahanan pangan dan energi,” ujar Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dalam keterangannya, Selasa (12/11/2024).

Apabila amonia hijau ini dapat diproduksi secara konsisten, lanjut Rahmad, Indonesia berpotensi menjadikannya sebagai komoditas strategis, yang memiliki nilai ekonomis tinggi, seiring meningkatnya permintaan global. Selain tentunya mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.

Untuk merealisasikannya, Pupuk Indonesia bekerja sama dengan dua perusahaan asal Jepang, Toyo Engineering Corporation dan ITOCHU Corporation, dalam sebuah joint venture, yang mendukung rantai nilai produksi dan distribusi amonia hijau.

"Kerja sama ini tidak hanya mempercepat implementasi teknologi rendah karbon di Indonesia, tetapi juga mencerminkan komitmen Pupuk Indonesia, untuk memerangi perubahan iklim melalui kolaborasi internasional," katanya.

Dengan menggabungkan keahlian dari berbagai negara, Project GAIA diharapkan dapat menjadi solusi energi bersih, yang berdampak positif secara global, dan memperkuat posisi Indonesia, dalam peta transisi energi hijau dunia.

Dalam ekosistem Project GAIA ini, listrik untuk menghasilkan hidrogen hijau, berasal dari sumber energi terbarukan yang dipasok PLN, teknologi rancang bangun atau EPC dari Toyo, serta dukungan rantai pasok bahan bakar kapal (marine bunkering) dari ITOCHU.

Dengan keahlian dan pengalaman lebih dari 50 tahun dalam memproduksi, menyimpan, dan mendistribusikan amonia, Pupuk Indonesia berada pada posisi strategis, untuk membawa Indonesia menjadi pemain utama amonia hijau di tingkat global.

Karena selain untuk pupuk dan pangan, pengembangan amonia hijau, juga dapat mendukung sektor maritim global, yang diproyeksikan akan mengadopsi amonia hijau, sebagai bahan bakar ramah lingkungan pada 2050.

“Melalui Project GAIA, Pupuk Indonesia berada di garis terdepan inovasi teknologi rendah karbon. Inisiatif ini tak hanya menjadi milestone bagi dekarbonisasi industri pupuk nasional, tetapi juga berpotensi menjadi model bagi negara lain yang ingin mengembangkan green ammonia,” ucap Rahmad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....