Mengawal SPMB 2025 Demi Seleksi yang Adil

  • 15 Jun 2025 13:41 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 kembali menjadi sorotan publik, terutama bagi para orang tua dan calon siswa. Beragam faktor kini menjadi pertimbangan dalam memilih sekolah, mulai dari kualitas pendidikan, lokasi, hingga kondisi ekonomi keluarga. Di tengah dinamika tersebut, penting bagi seluruh pihak untuk memahami mekanisme yang berlaku agar tidak terjebak dalam ekspektasi yang keliru.

Pengamat Pendidikan Profesor I Putu Rumawan Salain kepada RRI di Denpasar, Minggu (15/6/25) mengingatkan, SPMB 2025 merupakan momen krusial yang tak hanya menyangkut masa depan anak, tetapi juga melibatkan peran emosional dan logistik orang tua. Menurutnya, pilihan sekolah kerap dipengaruhi oleh kedekatan lokasi, citra favorit, hingga alasan historis keluarga.

“Banyak orang tua yang berharap anaknya bisa masuk ke sekolah tertentu karena faktor emosional, seperti dulu mereka juga alumni sekolah itu. Padahal, sistem domisili atau zonasi saat ini membatasi pilihan tersebut,” ujar Prof. Rumawan.

Prof. Rumawan menjelaskan, secara umum SPMB 2025 tetap mengacu pada empat jalur utama, yakni domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Meskipun ada ruang seleksi berbasis prestasi, tantangannya adalah mengukur dan membandingkan prestasi dari ribuan siswa dengan latar belakang berbeda.

“Prestasi itu sulit diukur secara objektif karena sangat beragam, bisa dari bidang akademik, seni, olahraga, dan lainnya. Jadi, sekolah favorit bukan satu-satunya jaminan masa depan anak,” tegasnya.

Lebih jauh, Prof. Rumawan menyoroti kemungkinan jalur afirmasi dan mutasi yang kurang terserap secara optimal, mengingat persyaratan yang cukup ketat dan kondisi mobilitas masyarakat yang terbatas. Ia menekankan pentingnya pendekatan rasional dan informasi yang lengkap bagi orang tua sebelum memilih sekolah.

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh status sekolah negeri atau swasta, melainkan bagaimana potensi anak dikembangkan secara maksimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....