Pengaruh Cuaca Ekstrem, Masa Tanam di Banjarmasin Mundur

  • 08 Des 2024 11:49 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Cuaca ekstrem yang melanda akhir-akhir ini, tak hanya berpotensi menyebabkan banjir rob tapi juga berpengaruh pada masa tanam di Banjarmasin. Akibat lahan pertanian yang terendam, masa tanam yang semestinya dilakukan pada bulan Desember terpaksa mundur.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin Yuliansyah Effendi mengakui, curah hujan yang sedang tinggi-tingginya sejak November hingga Desember saat ini, membuat para petani tidak bisa melakukan penanaman. Bahkan dari hasil pantauan pihaknya di lapangan, ada beberapa lahan pertanian yang sudah terendam tinggi.

Seperti di kawasan Banjarmasin Timur, Yuli menerangkan ketinggian air di area persawahan bisa mencapai 30 cm. Hingga paling parah di Banjarmasin Selatan yang bisa mencapai pinggang orang dewasa.

"Ini tentu menjadi kendala bagi petani. Apalagi kita mau meningkat Indeks Pertanaman (IP) dua kali, itu masih terkendala pada keadaan", ucapnya.

Untuk melakukan masa penanaman kembali pun, disampaikannya kemungkinan hal ini baru bisa dilakukan pada bulan Januari atau Maret tahun depan. Meskipun masa penanaman padi di wilayah Banjarmasin terganggu akibat kondisi cuaca, hal tersebut tak akan berpengaruh pada stok pangan di Kota Banjarmasin.

Hal dikarenakan Kota Banjarmasin bukanlah sebagai daerah penyangga, dan sebagian besar persediaan pangan pun didapatkan dari kabupaten tetangga yang ada di sekitar Banjarmasin. Dengan kata lain, penanaman di Banjarmasin hanya semacam kontribusi terhadap keberadaan stok pangan atau beras yang ada.

"Karena dengan luasan sekitar 2.600 hektar an, begitu panen serentak paling kalau diberikan atau dimakan oleh masyarakat Kota Banjarmasin. Itu paling 40 sampai 50 hari (persediaannya) habis," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....