Pemerintah Diminta Beri Perhatian Judol Menyasar Generasi Muda
- 02 Des 2024 20:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pemerhati Pendidikan Andreas Tamba meminta Pemerintah memberikan perhatian transaksi judi online (Judol) yang menyasar kalangan generasi muda. Ia memperkirakan pelaku judi online dari kalangan pelajar dan mahasiswa sebanyak 31,84 juta.
"Kondisi ini sudah lampu merah kalau saya katakan. Karena dampaknya luar biasa di tengah-tengah masyarakat," kata Andreas dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Senin (2/12/2024).
Andreas memperkirakan masuknya judi online ke generasi muda adalah melalui game online. Dengan iming-iming hadiah yang luar biasa, hal itu berdasarkan pengamatan yang dilakukannya sejak lama.
"Itu iming-iming hadiahnya lumayan besar, karena itu, penanganan judi online di kalangan generasi muda ini perlu ditangani serius. Khususnya okeh Kementerian Komunikasi dan Digital, Kemenpora, Kemendikbud, tokoh agama dan tokoh masyarakat," ujar Andreas.
Selanjutnya, Andreas berharap kepada Pemerintah untuk berani dan tegas dalam pemberantasan judi online. Menurutnya, penindakan judi online harus menyasar bandar besar judi online.
"Yang ditindak hanya karyawan Kemkomdigi yang menangani judi online ya. Sekarang sudah ada nggak penelusuran ke bosnya atau aktor intelektualnya," ucapnya.
Andreas menilai pemberantasan judi online membutuhkan ketegasan dan keberanian Pemerintah. Apalagi, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital memiliki data masyarakat pengguna telepon genggam yang bermain judi online.
"Data semua masyarakat itu terlihat dari berjudi, namanya siapa, nomornya berapa dan emailnya apa. Itu sudah terdeteksi semua, tinggal keberanian pemerintah melakukan itu," katanya.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan mengatakan sejauh ini ada 8,8 juta warga terlibat judi online. "Kalau dari data judi online dari intelijen ekonomi itu di tahun 2024 sebanyak 8,8 juta pemain," kata Budi.
"Dimana 80 persen adalah masyarakat bawah. Dan menyasar ke anak anak muda," kata Budi saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (14/11/2024). Seperti dikutip Antaranews.com.
Temuan tersebut menjadi perhatian khusus Budi Gunawan sehingga pihaknya berkomitmen memberantas judi online dengan membentuk Desk Judi Online. Dimana merupakan salah satu dari tujuh desk yang dibentuk untuk mempercepat program kerja Presiden Prabowo Subianto dalam 100 hari pertama.
Desk Judi Online bentukan Budi Gunawan ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. "Dalam pemberantasan judi online ini memang ada beberapa target yang disasar, ada aktor, aktivitas maupun infrastruktur," kata dia. (Iman/Merlina Aryanti)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....