Indonesia Seriusi Garap Pasar Asia Selatan dan Tengah

  • 21 Sep 2024 04:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indonesia mulai menseriusi menggarap pasar Asia Selatan dan Tengah, dengan menggelar forum bisnis. Forum tersebut bertajuk Indonesia-South and Central Asia (INASCA) Business Forum, diselenggarakan untuk pertama kalinya pada 7 Oktober di Jakarta.

“Jadi, forum bisnis (INASCA) kita siapkan untuk pengusaha Indonesia maupun dari negara-negara Asia Selatan dan Tengah. Dan, diharapkan dapat menjadi platform interaksi antara pengusaha dari Indonesia dan Asia Tengah maupun Selatan,” ujar Direktur Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Abdulkadir Jailani pada pengarahan pers, di Jakarta, Jumat (20/9/2024).

Abdulkadir menjelaskan, INASCA mengusung tema “Membuka Potensi dan Membina Kemitraan Ekonomi”. Menurutnya, tema tersebut dipilih dikarenakan selama ini berbagai potensi kerja sama perdagangan, ekonomi dan bisnis belum digarap dengan baik oleh para pebisnis di ketiga kawasan.

“Siapa yang tahu what we can do di Azerbaijan, Afghanistan ataupun Pakistan dan Bangladesh yang cukup besar, juga sebaliknya. Mungkin bagi pengusaha-pengusaha dari Asia Timur maupun dari negara-negara barat, kesadaran tentang potensi ekonomi Indonesia cukup besar,” katanya.

Abdulkadir memaparkan, INASCA 2024 memiliki empat tujuan utama penyelenggaraannya, yaitu sebagai wadah kolaborasi ekonomi dan berbagai peluang bisnis. Ia menambahkan, tujuan selanjutnya adalah meningkatkan hubungan perdagangan investasi dan pariwisata secara dua arah antara Indonesia dan kawasan Asia Selatan dan Tengah.

“INASCA juga merupakan interaksi yang strategis antara pemerintah dengan pemerintah. Karena, penting sekali karena kita juga perlu dapat memanfaatkan forum ini untuk berbagi beberapa kebijakan kita apalagi berkaitan dengan investasi,” ucap Dirjen Aspasaf Kemlu ini.

“Terakhir adalah mendorong konektivitas dan kerjasama antar masyarakat Indonesia dan kawasan Asia Selatan dan Tengah. Di sini sekali lagi ini terkait dengan poin terakhir adalah target kita untuk menciptakan kerja sama pariwisata.”

Berbagai komoditas Indonesia berpeluang diekspor maupun dikerjasamakan dengan para pengusaha Asia Tengah dan Selatan. Kata Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemlu RI, Jatmiko Heru Prasetyo pada kesempatan yang sama.

“Secara alamiah untuk (komoditas dagang) Asia Selatan dan Tengah itu, seperti minyak sawit, batubara, bubur kertas, kemudian juga sektor otomotif, elektronik dan ada banyak. Kita juga (berpotensi) mengekspor bis-bis ke Bangladesh dan nanti mungkin akan meluas ke negara-negara lain,” ucapnya.

“Termasuk juga kereta api PT INKA, produk-produk dari industri strategis kita itu memiliki pasar yang sangat potensial di kawasan Asia Tenggara. Tentunya itu di luar komoditas-komoditas yang saya sampaikan tadi juga termasuk rempah-rempah,”

Rangkaian Forum Bisnis INASCA yang dinisiasi Kemlu RI terdiri atas penandatanganan sejumlah kesepakatan bisnis, dialog, business matching dan pameran mini. Forum Bisnis INASCA akan melibatkan pengusaha besar, menengah serta BUMN.

Kemlu RI menargetkan Forum Bisnis INASCA akan dihadiri 400 pengusaha Indonesia, Asia Tengah dan Selatan. Sementara, forum bisnis ini menurut rencana akan menjadi agenda tahunan guna menggaet pasar Asia Tengah dan Selatan lebih maksimal.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....