Ukir Sejarah, Menlu Kanada Hadiri ASEAN Day di KBRI Ottawa
- 12 Agt 2026 12:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menjadi menteri luar negeri Kanada pertama yang menghadiri peringatan Hari ASEAN di Ottawa, menandai peningkatan signifikan dalam keterlibatan diplomatik Kanada terhadap ASEAN.
- Hari ASEAN ke-59 dihadiri berbagai masyarakat
- Kehadiran Anita Anand mencerminkan komitmen Kanada terhadap kemitraan strategis dengan ASEAN dan memperkuat hubungan bilateral antara Kanada dan Indonesia di tingkat ministerial.
RRI.CO.ID, Ottawa - Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menghadiri peringatan Hari ASEAN ke-59 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa, Kanada, Senin, 10 Agustus 2026. Kehadiran Anand menjadi yang pertama bagi seorang menteri luar negeri Kanada dalam perayaan ASEAN Day di Ottawa.
Acara tersebut diselenggarakan oleh ASEAN Committee in Ottawa (ACO), yang saat ini diketuai Indonesia di bawah kepemimpinan Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab. Peringatan itu dihadiri hampir 200 tamu undangan dari korps diplomatik, anggota parlemen, pejabat pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, dan tokoh masyarakat.
Kehadiran Anand berlangsung beberapa pekan setelah ia menghadiri ASEAN Foreign Ministers’ Meeting Post-Ministerial Conference (AMM PMC) di Manila. Dalam forum tersebut, ASEAN dan Kanada mengadopsi Rencana Aksi Kemitraan Strategis ASEAN-Kanada 2026–2030.
Dalam sambutannya, Dubes Muhsin menekankan peran ASEAN sebagai penyeimbang di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Menurutnya, kekuatan ASEAN terletak pada kolaborasi dan kepercayaan antarnegaranya.
“ASEAN mungkin tidak dapat menyelesaikan setiap masalah, namun ASEAN tetap menjadi kekuatan penyeimbang. ASEAN mengelola perbedaan secara damai dan menjaga perdamaian melalui keseimbangan kepercayaan,” kata Muhsin dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Agustus 2026.
Sementara itu, Anita Anand menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Indonesia di ACO dan menegaskan komitmen jangka panjang Kanada di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut Kanada dan ASEAN memiliki kepentingan bersama dalam perdagangan terbuka, keamanan maritim, perdamaian, dan stabilitas kawasan.
“Kanada dan ASEAN mungkin dipisahkan oleh Samudra Pasifik, tetapi masa depan kita semakin terhubung. Kita memiliki kepentingan bersama dalam pasar terbuka, jalur laut yang aman, perdamaian, dan stabilitas,” ujar Anand.
Anand juga menegaskan komitmen Kanada untuk menyelesaikan perundingan ASEAN-Canada Free Trade Agreement pada 2026. Menurutnya, pengalaman dalam pertemuan ASEAN di Manila memperkuat keyakinannya terhadap sentralitas ASEAN dalam menjaga stabilitas kawasan.
Kemitraan ASEAN dan Kanada terus menunjukkan peningkatan. ASEAN merupakan mitra dagang terbesar kelima bagi Kanada dengan nilai perdagangan dua arah mencapai CAD 52,4 miliar atau sekitar USD 37,38 miliar.
Di bidang investasi, arus investasi langsung Kanada ke ASEAN mencapai hampir CAD 7 miliar pada akhir 2024. Kanada juga menjadi salah satu sumber investasi asing terbesar bagi ASEAN.
Di sektor sosial dan budaya, lebih dari 1,3 juta warga Kanada memiliki garis keturunan Asia Tenggara. Jumlah mahasiswa asal ASEAN di Kanada juga meningkat dua kali lipat dibandingkan 2019 dan mencapai lebih dari 70.500 orang pada akhir 2024.
Tahun 2027 akan menandai 50 tahun hubungan kemitraan dialog ASEAN-Kanada. Pada periode 2027–2030, Indonesia akan menjadi negara koordinator hubungan ASEAN-Kanada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....