Menlu Kanada Cetak Sejarah, Menlu Pertama yang Hadiri ASEAN Day di KBRI Ottawa

  • 12 Agt 2026 22:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anita Anand menjadi Menteri Luar Negeri Kanada pertama yang menghadiri perayaan Hari ASEAN, menunjukkan komitmen Kanada terhadap hubungan dengan blok regional.
  • Perayaan Hari ASEAN ke-59 di Ottawa dihadiri hampir 200 undangan termasuk diplomat, anggota parlemen, pejabat pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, dan tokoh masyarakat.
  • Kehadiran Menlu Kanada ini mencerminkan penguatan hubungan Kanada dengan ASEAN di tengah perubahan dinamika geopolitik global yang kompleks.

RRI.CO.ID, Ottawa - Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand mencetak sejarah dengan menjadi Menlu Kanada pertama yang menghadiri perayaan Hari ASEAN di Ottawa. Kehadiran tersebut menandai semakin kuatnya hubungan Kanada dengan ASEAN di tengah dinamika geopolitik global.

Anand hadir sebagai Tamu Kehormatan dalam perayaan Hari ASEAN ke-59 di Kedutaan Besar Republik Indonesia Ottawa, Senin malam, 10 Agustus 2026. Acara tersebut dihadiri hampir 200 tamu dari kalangan diplomat, anggota parlemen, pejabat pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, dan tokoh masyarakat.

Perayaan tersebut diselenggarakan ASEAN Committee in Ottawa atau ACO yang saat ini diketuai Indonesia. Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab menjadi Ketua ACO untuk periode Juli hingga Desember 2026.

Kehadiran Menlu Anand menjadi momentum untuk memperkuat visibilitas ASEAN di Kanada. Kehadiran tersebut juga menunjukkan semakin eratnya hubungan diplomatik dan ekonomi Kanada dengan negara-negara Asia Tenggara.

Dalam sambutannya, Dubes Muhsin menegaskan pentingnya ASEAN sebagai jangkar stabilitas di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Menurutnya, kekuatan ASEAN terletak pada kolaborasi dan rasa saling percaya.

"ASEAN mungkin tidak dapat menyelesaikan setiap masalah, namun ASEAN tetap menjadi kekuatan penyeimbang. Kemudian mengelola perbedaan secara damai dan menjaga perdamaian tidak hanya melalui balance of power, tetapi melalui balance of trust," kata Muhsin.

Sementara itu, Anand menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat hubungan dengan ASEAN. Ia menilai Kanada dan ASEAN memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keterbukaan pasar, keamanan jalur laut, perdamaian, dan stabilitas.

"Kanada dan ASEAN mungkin dipisahkan oleh Samudra Pasifik, tetapi masa depan kita semakin terhubung. Kita memiliki kepentingan bersama dalam pasar terbuka, jalur laut yang aman, perdamaian, dan stabilitas," ujar Anand.

Anand juga menegaskan komitmen Kanada untuk menyelesaikan ASEAN-Canada Free Trade Agreement pada 2026. Perjanjian perdagangan bebas tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan ekonomi kedua kawasan.

Saat ini, ASEAN menjadi mitra dagang terbesar kelima bagi Kanada. Nilai perdagangan dua arah ASEAN-Kanada mencapai 52,4 miliar dolar Kanada atau sekitar 37,38 miliar dolar AS.

Di bidang investasi, investasi langsung Kanada ke ASEAN mencapai hampir 7 miliar dolar Kanada hingga akhir 2024. Angka tersebut menempatkan Kanada sebagai sumber investasi asing terbesar kesembilan bagi ASEAN.

Lebih dari 1,3 juta warga Kanada memiliki garis keturunan Asia Tenggara. Sementara jumlah mahasiswa ASEAN di Kanada mencapai lebih dari 70.500 orang pada akhir 2024.

Tahun 2027 akan menjadi momentum penting bagi hubungan kedua pihak karena menandai 50 tahun kemitraan dialog ASEAN-Kanada. Pada periode tersebut, Indonesia juga akan mengemban peran sebagai Koordinator Hubungan ASEAN-Kanada periode 2027-2030.

Melalui peran tersebut, Indonesia akan mengawal penguatan kemitraan ASEAN-Kanada. Sekaligus mendukung visi Komunitas ASEAN 2045 yang tangguh dan adaptif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....