Kembangkan SDM Ketenagakerjaan, Kemnaker Gandeng Tiga Lembaga Internasional

  • 13 Mei 2024 17:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Pusat Pengembangan SDM Ketenagakerjaan menggelar kegiatan pengembangan kompetensi ketenagakerjaan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kegiatan ini melibatkan tiga lembaga internasional, dalam pengembangan SDM ketenagakerjaan di Indonesia.

Lembaga internasional tersebut di antaranya Japan International Cooperation Agency (JICA), dan The Korea International Cooperation Agency (KOICA). Ada juga International Labor Organization (ILO).

"Kami sangat berharap dengan kegiatan ini kami dapat memperkuat hubungan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dengan organisasi internasional. Untuk bersama-sama bersinergi memperkuat kemampuan ketenagakerjaan dan memperbaiki sistem ketenagakerjaan di Indonesia," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah melalui keterangan resmi, Senin (13/5/2024).

Ida mengatakan, kegiatan ini membahas peluang kerja sama daerah dengan organisasi internasional, melalui program-program pengembangan kompetensi. Mengingat, setiap daerah memiliki permasalahan ketenagakerjaan yang berbeda-beda, baik secara komposisi, kuantitas, maupun kualitas.

"Pertemuan ini sangat penting bagi pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia, dan menjadi momentum penting mewujudkan sinergitas dan kolaborasi. Yakni antara pemerintah pusat, daerah, serta organisasi internasional dengan Kemnaker sebagai leading sector pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia," ucapnya.

Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan mendorong instansi pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan komunikasi. Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi pengembangan kerja sama antara Kemnaker dengan pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah.

"Kegiatan ini merupakan wadah diskusi pengembangan pelatihan sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah. Mengingat setiap organisasi memiliki tugas dan fungsinya masing-masing, dan kebutuhan ketenagakerjaan yang berbeda-beda," ujar Anwar.

Anwar menekankan, perbedaan ini harus disikapi dengan bijaksana dan disinergikan. "Agar Pelatihan yang diberikan tepat sasaran, baik itu secara kualitas maupun kuantitas," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....