BMKG Imbau Masyarakat Waspadai akan Potensi Longsor
- 29 Apr 2024 03:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Sukabumi, Tasikmalaya, Bandung, Garut, dan sekitarnya untuk mewaspadai potensi sejumlah bencana. Seperti longsor dan banjir bandang usai gempa bumi di wilayah Kabupaten Garut Jawa Barat.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan getaran yang terjadi akibat gempa sangat mungkin mengakibatkan lereng-lereng itu menjadi retak-retak atau rapuh. Kondisi tersebut menjadi berbahaya bila terjadi hujan sebab air hujan yang meresap dikhawatirkan akan mendorong massa tanah dan atau batuan menjadi longsor.
"Kepada masyarakat kami mengimbau untuk tenang, namun tetap waspada apabila turun hujan baik dengan intensitas sedang hingga lebat. Secara khusus, masyarakat yang bertempat tinggal di lereng-lereng bukit, perbukitan, gunung, ataupun pegunungan dan daerah aliran sungai karena berpotensi terjadi longsor dan banjir bandang," kata Dwikorita, Minggu (28/4/2024).
BMKG, lanjutnya, juga mengimbau masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak. Khususnya yang diakibatkan oleh gempa.
Ia meminta masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan, rusak sebagian, atau miring akibat terdampak gempa agar tidak menempatinya untuk sementara waktu. Lalu memilih untuk tinggal di tempat yang lebih aman kokoh dan stabil.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal apakah cukup tahan gempa. Atau tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan, sebelum kembali ke dalam rumah," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Gempa Nasional, Daryono mengungkap gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6.2. Ini yang mengguncang Kabupaten Garut dan sekitarnya adalah gempa utama.
Hasil analisis BMKG menyimpulkan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia. Ini yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa barat, atau yang populer disebut sebagai gempa dalam lempeng.
"Gempa semalam adalah langsung gempa utama, kemudian amblas dan energi habis atau lepas total, tidak ada gempa pembuka dan miskin susulan. Hingga pukul 23.55 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 3.1," ucapnya.
Sementara itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik. Adapun episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,39° LS ; 107,11° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 156 Km arah Barat Daya Kabupaten Garut Jawa Barat pada kedalaman 70 km.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....