BNPB Ungkap Detik-detik Dua Pekerja Tertimbun Longsor di Pekalongan
- 07 Okt 2026 12:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dua pekerja meninggal dunia, setelah tertimbun material tanah longsor saat melakukan penggalian pondasi bangunan.
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, kedua korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia.
- Longsor terjadi saat dua orang sedang melakukan aktivitas penggalian pondasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Dua pekerja meninggal dunia, setelah tertimbun material tanah longsor saat melakukan penggalian pondasi bangunan. Kejadian nahas itu, terjadi di Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, kedua korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 6 Oktober 2026, sekitar pukul 10.30 WIB.
“Longsor terjadi saat dua orang sedang melakukan aktivitas penggalian pondasi. Secara tiba-tiba, tanah dari sisi galian bergerak dan menimbun keduanya,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Rabu, 7 Oktober 2026.
Proses evakuasi, ia mengungkapkan, dilakukan oleh petugas gabungan setelah kedua pekerja tertimbun material tanah. BNPB menyebut, jenazah kedua korban telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk selanjutnya dimakamkan.
Hingga saat ini, BNPB belum memperoleh informasi secara rinci mengenai identitas kedua korban maupun kronologi lengkap kejadian tersebut. Petugas masih melakukan penanganan di lokasi sekaligus memastikan kondisi lingkungan sekitar pascalongsor.
"Tim gabungan yang melibatkan BPBD Pekalongan masih melakukan kaji cepat terhadap dampak bencana. Pemeriksaan dilakukan dengan menyisir kawasan sekitar lokasi kejadian untuk mengetahui kemungkinan munculnya zona rawan longsor baru," ucap Berton.
Kondisi tanah di sekitar lokasi, Berton menjelaskan, turut menjadi perhatian petugas karena terdapat bagian yang mengalami keretakan. Bersama warga, petugas melakukan upaya penanganan sementara dengan menahan tanah menggunakan balok-balok kayu guna mengurangi risiko material kembali roboh.
BNPB mengingatkan, masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas penggalian, terutama di wilayah dengan kemiringan tanah yang tinggi. Aktivitas tersebut, sebaiknya dihindari ketika kondisi tanah menunjukkan tanda-tanda labil karena dapat meningkatkan risiko longsor.
“Dan serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar,” ujar Berton. BNPB berharap, kejadian di Watukumpul dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan sebelum melakukan pekerjaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....