BNPB Optimalkan Pemadaman dan Pendinginan Lahan Gambut, Cegah Karhutla Kembali
- 30 Sep 2026 08:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BNPB mengoptimalkan pemadaman, penyekatan, pembasahan, dan pendinginan lahan gambut untuk mencegah api kembali muncul.
- Drone termal digunakan mendeteksi bara bawah permukaan, sementara embung, kanal, dan sumber air alternatif memperkuat pemadaman.
- BNPB menjalankan modifikasi cuaca bersama BMKG serta memperkuat pemantauan kabut asap dan dukungan kesehatan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan pemadaman, penyekatan, pembasahan, hingga pendinginan lahan gambut untuk mencegah karhutla kembali muncul. Upaya tersebut dilakukan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan penanganan karhutla di Kalimantan menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan tersebut meliputi lahan gambut yang kering, keterbatasan sumber air, angin kencang, serta jarak pandang rendah akibat kabut asap.
"Padam di permukaan belum tentu padam di bawah. Jadi harus didinginkan, bagaimana kita butuh air untuk mendinginkan ini," kata Berton dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Berton menyebut, BNPB menggunakan drone termal untuk mendeteksi bara yang berada di bawah permukaan dan tidak terlihat secara langsung. Teknologi tersebut membantu petugas menentukan lokasi yang perlu mendapatkan penyuntikan air maupun surfaktan.
Selain itu, BNPB menempatkan tangki air portabel serta mengoptimalkan pompa dan sumber air alternatif di sekitar lokasi kebakaran. BNPB juga membangun embung dan kanal untuk memperkuat ketersediaan air dalam mendukung proses pemadaman dan pendinginan.
Upaya serupa juga dilakukan BNPB di wilayah Sumatra dengan membuka akses menuju lokasi titik api. Langkah tersebut dilakukan agar personel darat dapat menjangkau titik kebakaran dan melakukan pemadaman dengan lebih cepat.
Di sisi lain, BNPB terus menjalankan operasi modifikasi cuaca dengan memantau pertumbuhan dan sebaran awan bersama BMKG. Pesawat dan bahan semai telah disiapkan untuk digunakan ketika kondisi awan mendukung pelaksanaan operasi.
"Kita melakukan upaya pemantauan pertumbuhan awan secara berkelanjutan bersama BMKG. Menyiapkan pesawat dan bahan semai, itu sudah ready," kata Berton.
Kabut asap yang menurunkan kualitas udara dan jarak pandang juga menjadi perhatian BNPB karena berdampak terhadap operasi udara dan aktivitas masyarakat. BNPB melakukan pemantauan kualitas udara dan jarak pandang secara berkala di wilayah terdampak.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan mendukung distribusi masker melalui dinas kesehatan dan puskesmas di wilayah terdampak. Kesiapsiagaan layanan kesehatan juga diperkuat, termasuk penyediaan ruang oksigen bagi pasien yang membutuhkan penanganan intensif.
Di sejumlah wilayah terdampak, pembelajaran jarak jauh juga diterapkan secara situasional untuk menyesuaikan kondisi akibat kabut asap. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi risiko karhutla terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....