Hari Kapas Sedunia Soroti Tantangan Lingkungan Produksi Kapas

  • 07 Okt 2026 08:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Kapas Sedunia diperingati setiap 7 Oktober untuk meningkatkan kesadaran tentang peran kapas dalam berbagai sektor ekonomi dan sosial.
  • Kapas menjadi sumber penghidupan bagi jutaan petani dan pekerja di seluruh dunia serta berkontribusi signifikan dalam perdagangan global.
  • Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong praktik produksi kapas yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Kapas Sedunia diperingati setiap tanggal 7 Oktober untuk meningkatkan perhatian terhadap peran kapas di berbagai sektor. Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong produksi kapas yang lebih berkelanjutan dan memperhatikan lingkungan.

Melansir laman Food and Agriculture Organization (FAO), kapas menjadi sumber penghidupan bagi jutaan petani dan pekerja. Komoditas ini juga berperan dalam perdagangan dunia serta mendukung perekonomian berbagai negara.

Selain memiliki nilai ekonomi, kapas juga menjadi salah satu bahan alami yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Serat kapas dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pakaian dan perlengkapan rumah tangga.

Namun, produksi kapas tetap menghadapi sejumlah tantangan dalam proses budidayanya. Pengelolaan air, penggunaan pupuk, kondisi lahan, serta perubahan cuaca menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Karena itu, pengembangan produksi kapas perlu dilakukan dengan memperhatikan penggunaan sumber daya secara lebih efisien. Langkah tersebut penting agar peningkatan produksi tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi lingkungan.

Di Indonesia, produksi kapas masih tergolong kecil dibandingkan sejumlah komoditas perkebunan lainnya. Data terakhir dari laman Direktorat Jenderal Perkebunan mencatat, produksi kapas Indonesia mencapai 73 ton pada 2025.

Selain itu, luas panen kapas Indonesia tercatat mencapai 273 hektare pada tahun yang sama. Produktivitas kapas tercatat sebesar 267 kilogram per hektare berdasarkan angka sementara pemerintah.

Sementara itu, FAO mencatat sekitar 24 juta petani di dunia menanam kapas untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor. Komoditas tersebut juga menyediakan pekerjaan bagi sekitar 125 juta orang sepanjang rantai nilainya.

Besarnya peran tersebut membuat keberlanjutan produksi kapas menjadi perhatian di berbagai negara. Pengembangan sektor kapas dapat dilakukan melalui teknologi, inovasi, pengelolaan sumber daya, dan praktik budidaya yang lebih baik.

Dengan ini, kapas tidak hanya memiliki nilai ekonomi bagi petani dan pekerja. Produksinya juga perlu terus dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat serta kelestarian lingkungan. (Nadya Syifa Syauqiyah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....