Pramono Usul Jakarta-Jawa Barat Perkuat Koordinasi Tangani Banjir
- 06 Okt 2026 18:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai koordinasi dengan Jawa Barat penting karena sejumlah sungai menuju Jakarta berhulu di wilayah tersebut.
- Pemprov DKI menangani pembebasan lahan, sedangkan pemerintah pusat berwenang mengerjakan penurapan tanggul dan pekerjaan teknis lainnya.
- Pemprov DKI Jakarta saat ini menormalisasi 13 sungai, termasuk Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama untuk menekan risiko banjir.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya koordinasi dengan Jawa Barat dalam menangani banjir. Koordinasi diperlukan karena sejumlah sungai yang mengalir menuju Jakarta berhulu di wilayah Jawa Barat dan melintasi kawasan strategis.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rakorda Penanggulangan Bencana DKI Jakarta di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta. Menurutnya, penanganan sungai membutuhkan pembagian kewenangan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sesuai wilayah serta tugas masing-masing.
Ia mengatakan banyak sungai mengalir dari Jawa Barat menuju Jakarta sehingga penanganan banjir perlu dilakukan secara terpadu bersama. “Banyak sungai yang alirannya berasal dari Jawa Barat, sehingga koordinasi menjadi penting dalam penanganan bencana bersama,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 6 Oktober 2026.
Pemprov DKI Jakarta kini menjalankan normalisasi terhadap 13 sungai untuk membantu mengurangi risiko banjir yang mengancam warga Jakarta. Beberapa sungai tersebut meliputi Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama yang menjadi bagian dari upaya pengendalian banjir Jakarta bertahap.
Ia mencontohkan normalisasi Sungai Ciliwung yang membutuhkan pembebasan lahan sebagai tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Jakarta. Sementara itu, pekerjaan penurapan tanggul dan sejumlah pekerjaan teknis lainnya menjadi kewenangan pemerintah pusat dalam penanganan sungai tersebut.
"Dalam normalisasi Ciliwung, pembebasan lahan sepenuhnya dilakukan Pemprov DKI di wilayah Jakarta. Sedangkan penurapan tanggul dan sebagainya merupakan kewenangan pemerintah pusat dalam penanganan sungai tersebut," ujarnya.
Pembagian kewenangan tersebut dinilai penting agar penanganan sungai berjalan sesuai tugas dan kebutuhan di setiap wilayah terkait setempat. Pemprov DKI Jakarta tetap fokus menyelesaikan pembebasan lahan untuk mendukung kelanjutan normalisasi Ciliwung secara bertahap hingga tahap berikutnya.
Ia berharap normalisasi seluruh sungai dapat segera selesai sehingga kapasitas aliran meningkat dan risiko banjir berkurang signifikan bagi warga. Menurut dia, koordinasi lintas wilayah perlu terus diperkuat agar langkah pengendalian banjir berjalan lebih efektif bersama di lapangan.
Koordinasi Jakarta dan Jawa Barat menjadi bagian penting dalam memperkuat penanggulangan bencana banjir secara berkelanjutan ke depan bersama. Upaya normalisasi sungai dan pembagian kewenangan diharapkan mempercepat pengurangan risiko banjir bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya secara konsisten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....