BINUS Business School Jadi Program MBA Terbaik di Indonesia sejak 2022

  • 06 Okt 2026 13:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BINUS Business School dinobatkan sebagai program MBA terbaik di Indonesia menurut QS Global MBA Rankings 2027.
  • Pencapaian ini merupakan prestasi keenam kali berturut-turut sejak tahun 2022, menunjukkan konsistensi keunggulan program.
  • Dekan BSS Master Program Asnan Furinto menyatakan bahwa pemeringkatan mencerminkan proses peningkatan kualitas berkelanjutan setiap tahunnya.

RRI.CO.ID, Jakarta - BINUS Business School (BBS) kembali menjadi program Master of Business Administration (MBA) terbaik di Indonesia. Pencapaian tersebut menjadi prestasi keenam secara berturut-turut sejak 2022, berdasarkan QS Global MBA Rankings 2027.

Dekan BSS Master Program, Asnan Furinto, menyebut pemeringkatan menjadi bagian dari perjalanan peningkatan kualitas program. Menurutnya, hal ini menunjukkan proses peningkatan kualitas yang berlangsung setiap tahun

“Ranking ini memang sebuah journey, jadi kita mesti melihat rank di tahun ini. BBS juga mempertahankan posisi teratas Indonesia berdasarkan overall score,” katanya dalam acara Konferensi Pers: BBS jadi Program MBA Terbaik di Indonesia, di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.

Pada tingkat global, program Magister Manajemen BBS berada di posisi Top 200 dengan peringkat #191-200. BBS juga mempertahankan posisinya dalam jajaran Top 30 Asia pada pemeringkatan tersebut.

Ia mengatakan BBS tetap konsisten mempertahankan kualitas program melalui proses continuous improvement. Konsistensi tersebut tercermin dari pencapaian BBS yang terus dipertahankan setiap tahun.

“Posisi BBS di Asia sempat mengalami penurunan dibandingkan pemeringkatan sebelumnya. Namun, BBS tetap berada dalam kelompok Top 30 Asia sehingga perubahan tersebut tidak menjadi persoalan,” ujarnya.

Ia menilai perubahan peringkat merupakan bagian dari perjalanan peningkatan kualitas sebuah institusi pendidikan. Menurutnya, perubahan posisi dalam pemeringkatan merupakan hal yang wajar dalam proses tersebut.

QS Global MBA Rankings 2027 menilai program melalui lima aspek utama. Kelima aspek tersebut meliputi employability, return on investment, entrepreneurship, diversity, dan thought leadership.

Aspek employability memiliki bobot terbesar dalam penilaian QS Global MBA Rankings 2027. Penilaian tersebut menggunakan survei industri terhadap perusahaan yang memiliki alumni dari BBS.

“Employability mengukur kepuasan perusahaan terhadap kualitas alumni dan kemampuan beradaptasi. Employability itu sifatnya survei kepada industri, kepada perusahaan yang memiliki alumni dari Business School,” katanya.

Pada aspek return on investment, menilai manfaat yang diperoleh mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Penilaian tersebut mencakup peningkatan remunerasi, jaringan profesional, promosi jabatan, dan peluang karier.

“Pendidikan MBA membutuhkan investasi waktu, biaya, dan pengorbanan pribadi dari mahasiswa. Return-nya jauh lebih besar daripada pengorbanannya, seperti dari sisi kenaikan network,” ujarnya.

Sementara itu, aspek entrepreneurship menilai jumlah alumni yang menjadi pengusaha dan kontribusinya terhadap penciptaan lapangan pekerjaan. Selanjutnya, diversity menilai keberagaman mahasiswa dan dosen berdasarkan berbagai latar belakang.

Penilaian diversity juga mencakup keberadaan mahasiswa berbagai kewarganegaraan serta perpaduan dosen lokal dan internasional. Aspek tersebut turut mempertimbangkan rasio tertentu antara mahasiswa dan dosen.

“Aspek terakhir adalah thought leadership yang mengukur dampak akademik dosen melalui publikasi penelitian. Apakah dosen-dosen kami memiliki dampak kepada publikasi, memiliki publikasi yang berdampak,” kata Asnan.

Secara keseluruhan, BBS memperoleh overall score tertinggi di Indonesia berdasarkan lima indikator penilaian tersebut. Pencapaian itu memperkuat posisi BBS sebagai program MBA dengan daya saing global.

Dalam kesempatan yang sama, Executive Dean BBS, Dezie L. Warganegara, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan pekerjaan yang dilakukan BBS selama ini. Ia menilai pemeringkatan tersebut merupakan konsekuensi dari penilaian pihak eksternal yang kredibel terhadap kinerja BBS.

“BBS menjalankan perannya untuk mempersiapkan calon pemimpin bisnis masa depan. Pemeringkatan ini menjadi tolok ukur untuk melihat apakah perjalanan pengembangan program berjalan tepat,” katanya.

Ia menilai BBS perlu terus mengevaluasi setiap komponen pemeringkatan untuk menemukan ruang perbaikan. Hasil pemeringkatan juga bukan sekadar target, melainkan alat untuk memastikan kualitas pendidikan terus berkembang. (Davina Keisha Salsabila)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....