FEB UIN Jakarta Kejar Akreditasi AACSB Menuju Sekolah Bisnis Global
- 20 Agt 2026 03:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sedang mengejar pengakuan global melalui akreditasi internasional AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business).
- Program Studi Doktor (S3) Perbankan Syariah FEB UIN Jakarta telah meraih predikat akreditasi 'Unggul' dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA).
- Upaya internasionalisasi pendidikan tinggi FEB UIN Jakarta mencerminkan komitmen untuk meningkatkan standar kualitas pendidikan dan pengakuan akademik di tingkat global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus memantapkan langkahnya dalam kancah internasionalisasi pendidikan tinggi. FEB UIN Jakarta kini menuju pengakuan global melalui akreditasi internasional AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business).
Langkah ini dilakukan pasca keberhasilan Program Studi Doktor (S3) Perbankan Syariah meraih predikat akreditasi "Unggul". Predikat itu dikeluarkan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA)
| Baca juga: UIN Jakarta Resmi Buka MPLS SMA/SMK Triguna |
Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Evaluasi dan Penguatan Tata Kelola Akademik Program Studi Doktor (S3) Perbankan Syariah. Acara ini berlangsung di Adia Convention Center, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
"Kami menetapkan visi transformasi kelembagaan yang kuat untuk menjadi Global Islamic Business School. Persiapan dokumen kelayakan (eligibility) AACSB kami targetkan secara matang pada kurun waktu 2029–2030," kata Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ibnu Qizam dalam keterangan kepada RRI.co.id , Rabu, 19 Agustus 2026.
"Pembenahan kualitas, disiplin pelayanan bimbingan, serta standarisasi mutu penelitian mahasiswa S3 mutlak harus segera diimplementasikan secara konkret," ujarnya. Ia juga menambahkan pentingnya meningkatkan porsi dosen berkualifikasi Scholarly Academic (SA).
Yaitu dari posisi saat ini sebesar ±20% menjadi minimal 60% pada tahun 2029. Hal ini sebagai syarat mutlak pemenuhan standar kualifikasi fakultas (faculty sufficiency) di bawah naungan AACSB.
Mengedepankan Authenticity dan Keunikan Integrasi Keislaman
Hadir sebagai narasumber utama dalam workshop ini adalah Sri Rahayu Hijrah Hati (Prof. Cici). Ia merupakan Guru Besar sekaligus Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Manajemen FEB Universitas Indonesia (UI).
Ia membagikan praktik baik (best practice) tata kelola program doktor di UI serta strategi menghadapi standar asesmen internasional.Dalam paparannya, Cici menjelaskan instrumen akreditasi internasional AACSB (khususnya standar global edisi 2026) tidak menuntut dokumen laporan ideal.
Akreditasi ini menekankan kejujuran institusional (authenticity) serta rekam jejak peningkatan mutu yang berkelanjutan (continuous improvement). "Keterbatasan regulasi ganda dari Kemenag maupun Kemendiktisaintek di UIN Jakarta justru harus diceritakan dengan jujur," katanya.
Poin paling krusial adalah bagaimana FEB UIN menonjolkan distingsi mutunya. Yaitu integrasi keilmuan ekonomi dan nilai-nilai keislaman yang diturunkan secara konkret ke dalam Kurikulum dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)," ujarnya.
Terobosan Inovasi Akademik S3: Metode SLR dan Disertasi Model Publikasi
Guna menjawab tantangan studi mahasiswa doktoral yang mayoritas praktisi dan akademisi sibuk, UIN akan menerapkan beberapa inovasi akademis. Hal itu disampaikan Ketua Program Studi S3 Perbankan Syariah, Nur Hidayah.
Beberapa inovasi akademis utama yang akan segera diterapkan meliputi:
1. Penerapan Kelas Khusus Systematic Literature Review (SLR). Program studi nantinya memecah bobot 8 SKS publikasi ilmiah, di mana 3 SKS dialokasikan khusus untuk mata kuliah metode SLR di Semester 1.
Langkah ini diyakini menjadi game-changer untuk mempercepat kelulusan mahasiswa hingga rata-rata 3–3,5 tahun. Hal itu dikarenakan mahasiswa ditargetkan memiliki draf publikasi yang siap dikirim ke jurnal internasional bereputasi sebelum sidang hasil.
2. Pemanfaatan AI Akademis secara Bijak (AI Literacy). Mahasiswa didorong untuk menguasai teknologi kecerdasan artifisial (seperti ChatGPT, Claude, Elicit, SciSpace).
Hal ini guna menunjang produktivitas penulisan. Tentunya dengan tetap memverifikasi referensi fiktif melalui pangkalan data Scopus resmi.
3. Disertasi Model Kompilasi Manuskrip (Thematic Style). Mahasiswa diberikan pilihan alternatif untuk menyusun disertasi dalam bentuk kompilasi 3 draf jurnal bereputasi diikat oleh satu payung riset.
4. Standardisasi Pedoman Penulisan Disertasi. Pedoman akademik yang baru akan membatasi panjang judul disertasi maksimal 14 kata.
Selain itu mewajibkan abstrak ditulis dalam tiga bahasa (Indonesia, Arab, Inggris), serta merelaksasi kewajiban pencantuman klasifikasi teori (grand, middle, applied theory). Terutama untuk riset kuantitatif murni bidang ekonomi guna menghindari hambatan administratif kelulusan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....