BINUS International Perluas Akses Pengalaman Pendidikan Internasional
- 03 Okt 2026 07:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BINUS International memasuki usia 25 tahun dengan memperluas akses mahasiswa Indonesia terhadap pengalaman pendidikan internasional.
- Lanskap pendidikan tinggi semakin global, sehingga pengalaman internasional tidak selalu mengharuskan mahasiswa menempuh seluruh pendidikan di luar negeri.
- Program Double Degree menjadi salah satu bentuk pengalaman akademik lintas negara yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pendidikan di BINUS International dan universitas mitra luar negeri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Memasuki usia 25 tahun, BINUS International memperluas akses mahasiswa Indonesia terhadap pengalaman pendidikan internasional. Salah satunya melalui kolaborasi dengan universitas global dan program akademik lintas negara.
Sejak 2001, BINUS International mengembangkan pendidikan tinggi berstandar internasional. Yakni, dengan membuka peluang mahasiswa memperoleh pengalaman akademik, jejaring, dan paparan lintas budaya.
Vice President BINUS Higher Education & Professional Services, George Wijaya Hadipoespito, M.Sc, MBA, mengatakan lanskap pendidikan tinggi saat ini semakin global. Menurutnya, pendidikan internasional tidak lagi selalu berarti mahasiswa harus menempuh seluruh masa studi di luar negeri.
"Kehadiran universitas global dan semakin luasnya kolaborasi lintas negara menunjukkan bahwa Indonesia semakin menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan tinggi dunia. Bagi perguruan tinggi Indonesia, perkembangan ini juga menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing global," kata George pada konferensi pers "Silver Anyversary BINUS International" di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Direktur Kampus BINUS @Senayan, Dr Drs Andreas Chang, M.B.A, mengatakan BINUS International terus memperluas pengalaman mahasiswa melalui kemitraan dengan sejumlah universitas global. Di antaranya UNSW Sydney, University of Birmingham, Boston University, dan University of Nottingham yang termasuk dalam Top 100 QS World University Rankings 2027.
"Bagi kami, pendidikan internasional bukan sekadar label. Yang terpenting adalah bagaimana mahasiswa mendapatkan global exposure, membangun international network, serta memiliki kompetensi untuk belajar, bekerja, dan berkolaborasi dalam lingkungan global, namun tetap mampu memberikan kontribusi bagi Indonesia," ujar Andreas.
Salah satu bentuk pengalaman akademik lintas negara tersebut diwujudkan melalui program Double Degree. Program ini memungkinkan mahasiswa menjalani pendidikan di BINUS International sekaligus memperoleh pengalaman akademik di universitas mitra di luar negeri.
Menurut Andreas, program Double Degree tidak hanya berkaitan dengan kesempatan memperoleh dua gelar. Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman lintas budaya, memperluas jejaring, serta memahami lingkungan akademik dan profesional di negara lain.
Pengalaman tersebut turut tercermin dari perjalanan sejumlah alumni BINUS International yang kini berkarier di berbagai bidang, baik di Indonesia maupun luar negeri. Beberapa di antaranya adalah; Jonathan Wahyudi, Founder Innovision3D; Jovan Adiputra, CEO & Founder Jasasistem; Enrica Melissa, Application Engineer di Randstad Jepang; serta Hartarto Winata, Rebates Officer di Samsung Australia.
Perjalanan para alumni tersebut menjadi bagian dari gambaran dampak pengalaman belajar dan jejaring internasional terhadap pilihan karier setelah menyelesaikan pendidikan. Memasuki usia 25 tahun, BINUS International menyatakan akan melanjutkan penguatan kolaborasi dengan mitra internasional dan mengembangkan lingkungan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta masyarakat.
Momentum tersebut membawa tema "From One Dream, A Thousand Possibilities", yang menggambarkan upaya menghubungkan generasi Indonesia dengan pengalaman pendidikan dan jejaring global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....