DVI Polri Gunakan DNA untuk Identifikasi Korban KM Virgo, Ini Data Terbarunya
- 05 Okt 2026 12:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengandalkan, pemeriksaan DNA untuk mengidentifikasi sejumlah jenazah korban tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
- Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol. Sumy Hastry Purwanti mengatakan, pemeriksaan DNA menjadi salah satu metode penting dalam proses identifikasi korban.
- Jasad korban yang ditemukan sudah sulit dikenali. Sehingga pemeriksaan banyak mengandalkan data pembanding DNA
RRI.CO.ID, Jakarta - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengandalkan, pemeriksaan DNA untuk mengidentifikasi sejumlah jenazah korban tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Langkah tersebut, dilakukan karena kondisi jasad yang ditemukan rata-rata sudah sulit dikenali melalui ciri fisik.
Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol. Sumy Hastry Purwanti mengatakan, pemeriksaan DNA menjadi salah satu metode penting dalam proses identifikasi korban. Data pembanding dari keluarga, diperlukan untuk mencocokkan sampel DNA dengan jenazah yang telah ditemukan.
“Jasad korban yang ditemukan sudah sulit dikenali. Sehingga pemeriksaan banyak mengandalkan data pembanding DNA,” kata Sumy dalam keterangannya seperti dilansir Antara, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dikutip Senin, 5 Oktober 2026.
Meski demikian, ia menegaskan, tim DVI Polri masih berupaya mengidentifikasi korban melalui metode lain yang dapat digunakan. Ciri medis serta properti pribadi yang ditemukan bersama jenazah juga menjadi bagian dari proses identifikasi apabila memungkinkan.
Jenazah Harus Memenuhi Kriteria Identifikasi
Sumy menjelaskan, jenazah dapat dinyatakan teridentifikasi apabila terdapat kecocokan melalui setidaknya satu metode primer. Metode tersebut meliputi sidik jari, DNA, atau rekam gigi.
Sementara itu, metode sekunder mencakup ciri medis dan properti pribadi yang melekat atau ditemukan bersama korban. Untuk menggunakan metode sekunder sebagai dasar identifikasi, diperlukan kecocokan setidaknya dua data pembanding.
“Jadi pemeriksaan sampel DNA menjadi upaya terakhir mengingat proses ini juga memerlukan waktu dan harus dikirim ke Jakarta,” ucap Sumy.
Pengiriman sampel DNA ke Jakarta, membuat proses identifikasi membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan metode yang dapat dilakukan langsung di rumah sakit.
Tim DVI tetap melakukan pemeriksaan secara bertahap terhadap setiap jenazah yang diterima di RS Bhayangkara Banjarmasin. Hingga saat ini, tim DVI Polri telah berhasil mengidentifikasi 63 jenazah.
Tepatnya, dari total 80 jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang telah diserahkan ke RS Bhayangkara Banjarmasin. Dengan demikian, masih terdapat 17 jenazah yang proses identifikasinya belum selesai.
Sebagian jenazah tersebut masih menjalani tahapan pemeriksaan, termasuk proses pengambilan dan pengiriman sampel DNA ke Jakarta. Hasil pemeriksaan, nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk memastikan identitas korban.
Sumy meminta keluarga korban untuk bersabar selama proses identifikasi berlangsung. Ia memastikan, seluruh personel DVI yang bertugas di RS Bhayangkara Banjarmasin terus bekerja untuk mempercepat proses identifikasi setiap jenazah yang diterima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....