Manajemen Targetkan Pengangkatan KM Virgo Transport 8 Bulan Ini

  • 04 Okt 2026 10:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Manajemen PT Virgo Karya Shipping menargetkan operasi salvage atau pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Oktober 2026 setelah koordinasi dengan pihak asuransi internasional menunjukkan perkembangan positif.
  • PT Virgo Karya Shipping telah mengerucutkan pilihan mitra internasional, tetapi masih melengkapi dokumen dan menunggu penandatanganan kesepakatan dengan pihak asuransi Protection and Indemnity (P&I).
  • Hingga hari ke-21 operasi SAR, Basarnas mencatat 188 orang ditemukan dari total 243 orang dalam manifes kapal, terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sementara itu, 55 korban lainnya masih belum ditemukan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Manajemen KM Virgo Transport 8 melalui PT Virgo Karya Shipping memastikan operasi pengangkatan bangkai kapal segera dilaksanakan. Proses salvage di Laut Jawa ditargetkan berlangsung Oktober 2026 setelah komunikasi dengan pihak asuransi internasional menunjukkan perkembangan positif.

Juru Bicara, Virgo Karya, Simson Fransiscus, mengatakan koordinasi terus dilakukan dengan penanggung jawab asuransi Protection and Indemnity (P&I). Upaya tersebut mendapat dukungan Kementerian Perhubungan, KSOP, dan Basarnas untuk mempercepat penunjukan mitra internasional pelaksana pengangkatan kapal.

"Memang itu kewajiban kami, dan kami juga mendapat dukungan surat dari Kementerian Perhubungan, KSOP, bahkan bantuan Basarnas," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI.co.id , Minggu, 4 Oktober 2026. Ia menyampaikan dukungan tersebut membantu perusahaan menekan pihak P&I agar segera mengambil keputusan terkait pelaksanaan operasi salvage.

Ia menjelaskan, perusahaan telah mengerucutkan pilihan pada satu calon pelaksana salvage yang dinilai mampu menangani pengangkatan bangkai kapal. Namun, manajemen belum mengumumkan nama perusahaan tersebut karena proses penandatanganan kontrak belum selesai dan sejumlah persyaratan masih dilengkapi.

Ia menyebut, kelengkapan data menjadi salah satu faktor yang perlu segera diselesaikan sebelum penandatanganan kesepakatan dengan pihak asuransi. Manajemen terus mempercepat penyelesaian administrasi agar pelaksana salvage dapat segera ditunjuk dan memulai pekerjaan pengangkatan kapal.

"Insya Allah dalam beberapa hari ke depan penandatanganan, karena masih ada beberapa data yang harus kami lengkapi," ucapnya. Ia mengatakan, perusahaan terus memberikan dokumen pendukung kepada para pengambil keputusan di P&I agar proses persetujuan berjalan lebih cepat.

Sementara, Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menyebut Menteri Perhubungan telah memberikan teguran keras kepada manajemen Virgo. Teguran tersebut berkaitan dengan kewajiban perusahaan segera mengangkat kapal, mengingat masih banyak korban yang diduga terjebak di dalamnya.

Ia menegaskan, pemerintah telah meminta perusahaan mempercepat pelaksanaan salvage, tetapi keputusan teknis tetap bergantung pada pihak asuransi internasional. Karena itu, kecepatan proses pengangkatan kapal sangat dipengaruhi keputusan dan kesiapan pihak P&I dalam menunjuk pelaksana.

"Kementerian Perhubungan hanya bisa sebatas menegur dan memerintahkan segera, tetapi semuanya tergantung pada pihak asuransi," katanya. Ia berharap pihak P&I segera menyelesaikan proses persetujuan agar pengangkatan bangkai kapal dapat terlaksana tanpa penundaan lebih lanjut.

Hingga hari ke-21 operasi SAR, Sabtu pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 188 orang telah ditemukan dari total manifes kapal. Jumlah tersebut terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia, sementara 55 korban lainnya masih dinyatakan hilang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....