Gempa M6,1 Sumba Barat Daya Telan Korban Jiwa, 20 Rumah dan Sejumlah Fasilitas Rusak
- 05 Okt 2026 11:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi, 4 Oktober 2026, menelan korban jiwa. Seorang lansia berusia 73 tahun, dikabarkan meninggal dunia.
- Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena shock atau kaget saat gempa terjadi
- Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, data tersebut merupakan hasil pendataan sementara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi, 4 Oktober 2026, menelan korban jiwa. Seorang lansia berusia 73 tahun, dikabarkan meninggal dunia.
Korban lansia tersebut, dilaporkan meninggal setelah mengalami shock ketika melihat keluarganya berhamburan keluar rumah saat gempa berlangsung. Kepala Kepolisian Sektor Kodi Utara, AKP Bernadus Bili Kandi mengatakan, korban sempat keluar dari rumah setelah gempa terjadi.
“Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena shock atau kaget saat gempa terjadi,” kata Bernadus dalam keterangannya seperti dilansir Antara, di Kupang, NTT, dikutip Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut Bernadus, korban terkejut ketika melihat sejumlah anggota keluarganya berhamburan keluar rumah akibat guncangan gempa. "Jenazah korban disemayamkan di (area) rumah oleh pihak keluarga setelah gempa terjadi," ucap Bernadus.
20 Rumah Terdampak
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di Kabupaten Sumba Barat Daya. BNPB mencatat, sedikitnya 20 rumah terdampak, dengan rincian 19 rumah mengalami rusak ringan dan satu rumah mengalami rusak sedang.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, data tersebut merupakan hasil pendataan sementara. Kerusakan rumah tercatat tersebar di Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.
| Baca juga: Situasi Aceh Jaya Terkendali Pascagempa |
“Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan. Di Kabupaten Sumba Barat Daya tercatat 20 unit rumah terdampak, terdiri dari 19 unit rusak ringan dan satu unit rusak sedang,” kata Berton dalam keterangan persnya seperti dilansir laman BNPB, Senin, 5 Oktober 2026.
Kerusakan akibat gempa juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum dan tempat ibadah. Tiga gereja dilaporkan mengalami kerusakan ringan, yakni Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula.
"Satu fasilitas pendidikan, yakni SDK Manu Toghi, turut terdampak gempa. Satu fasilitas umum berupa Balai KB Desa Wallandimu juga dilaporkan mengalami dampak akibat guncangan tersebut," ucap Berton.
| Baca juga: Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Lembata NTT |
BNPB mencatat, gempa M6,1 terjadi pada Minggu sekitar pukul 06.55 WITA dengan pusat gempa berada di laut. Lokasi episentrum disebut berada sekitar 14 kilometer barat daya Kodi.
“Pusat gempa berada di laut, 14 km barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 10 km pada koordinat 9,70 LS-118,92 BT. Gempa dilaporkan tidak berpotensi tsunami,” ujar Berton.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat selama kurang lebih satu menit di sejumlah wilayah. Getaran dilaporkan terasa di Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, hingga Kabupaten Manggarai Barat.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta memastikan setiap informasi mengenai gempa maupun potensi gempa susulan berasal dari instansi resmi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....