Polda NTT Ungkap Kondisi Terkini usai Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya

  • 05 Okt 2026 10:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polda NTT memastikan, situasi di sejumlah wilayah setelah gempa bumi Magnitudo 6,1 mengguncang Sumba Barat Daya masih kondusif.
  • Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan hingga saat ini, belum diperoleh informasi adanya korban jiwa. Maupun kerusakan bangunan akibat gempa bumi M6,1 tersebut,
  • Kapolda NTT telah menginstruksikan personel jajaran untuk terus melakukan pemantauan situasi. Sekaligus,memperkuat koordinasi dengan pihak BPBD, BMKG, serta instansi terkait

RRI.CO.ID, Jakarta - Polda NTT memastikan, situasi di sejumlah wilayah setelah gempa bumi Magnitudo 6,1 mengguncang Sumba Barat Daya masih kondusif. Gempa bumi kencang tersebut, terjadi pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026.

Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Kepanikan sempat terjadi ketika guncangan berlangsung, tetapi kondisi masyarakat berangsur normal.

"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan hingga saat ini, belum diperoleh informasi adanya korban jiwa. Maupun kerusakan bangunan akibat gempa bumi M6,1 tersebut," kata Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra dalam menyampaikan pedan Rudi Darmoko seperti dilansir laman Tribrata Polri, Senin, 5 Oktober 2026.

Polda NTT, kata Henry, menyiagakan personel di sejumlah wilayah yang merasakan dampak gempa. Terutama, Polres Sumba Barat Daya dan jajaran kepolisian di wilayah terdampak lainnya.

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan. "Masyarakat kami imbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi mengenai gempa yang sumbernya tidak dapat dipastikan," ucap Henry.

Lalu, Henry mengatakan, Kapolda NTT juga telah menginstruksikan jajaran kepolisian untuk terus memonitor kondisi di lapangan. Koordinasi juga dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BMKG, dan instansi terkait lainnya.

"Kapolda NTT telah menginstruksikan personel jajaran untuk terus melakukan pemantauan situasi. Sekaligus,memperkuat koordinasi dengan pihak BPBD, BMKG, serta instansi terkait," ujar Henry.

Menurutnya, koordinasi tersebut diperlukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak lanjutan setelah gempa. Aparat juga akan terus memantau kondisi masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan cukup kuat.

Berdasarkan informasi BMKG, gempa Sumba Barat Daya terjadi sekitar pukul 06.55 WITA atau 05.55 WIB. Episentrum gempa berada di sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur dengan intensitas yang berbeda. Guncangan mencapai V MMI di Sumba Barat, IV–V MMI di Manggarai Barat, IV MMI di Sumba Timur, serta III–IV MMI di wilayah Manggarai.

Meski guncangan cukup kuat dirasakan warga, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat tetap diminta, mengikuti perkembangan informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG untuk menghindari kepanikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....