Audiensi dengan LEGO, Menkomdigi Tekankan Penerapan PP Tunas untuk Keamanan Anak

  • 05 Okt 2026 04:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Diskusi mencakup pengelolaan fitur-fitur yang dapat menghadirkan risiko bagi anak dalam platform digital.
  • Menkomdigi Meutya Hafid menekankan pentingnya desain layanan digital yang mempertimbangkan keamanan anak sejak tahap awal pengembangan.
  • Pertemuan dengan Senior Director Government and Public Affairs Asia Pacific The LEGO Group membahas penerapan PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas) untuk perlindungan anak.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menekankan pentingnya mendesain layanan digital sejak awal dengan memperhatikan keamanan anak. Hal ini disampaikannya, saat menerima audiensi Senior Director Government and Public Affairs Asia Pacific The LEGO Group, Lizum Mishra.

Dalam pertemuan itu, Menkomdigi membahas penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas. Selain itu, Menkomdigi juga turut membahas pengelolaan fitur yang dapat menghadirkan risiko bagi anak.

"Sekali lagi, kami akan sangat mendukung. Namun, tentu saja hal ini tetap harus mematuhi ketentuan PP Tunas," kata Meutya dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Minggu, 4 Oktober 2026.

Lebih lanjut dalam kesempatan itu, Menkomdigi juga menekankan pentingnya pengelolaan akses bagi anak. Dimana dalam hal ini dijelaskannya, pengelolaan tersebut harus dirancang dengan mempertimbangkan persetujuan orang tua.

"Kami lebih memilih pendekatan di mana akses tidak diberikan begitu saja tanpa persetujuan orang tua," ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan akses bagi anak perlu dirancang dengan mempertimbangkan persetujuan orang tua. Pendekatan ini dinilai lebih tepat, jika dibandingkan dengan pola pengaturan interaksi anak di ruang digital.

Pendekatan tersebut juga perlu diiringi dengan upaya edukasi kepada orang tua mengenai pengelolaan interaksi anak di ruang digital. Edukasi tidak harus selalu dilakukan melalui penyampaian informasi secara langsung, tetapi dalam pengalaman pendampingan anak menggunakan layanan digital.

"Cara edukasi terbaik adalah melalui pengalaman langsung. Kita berikan akses awal tanpa fitur interaksi, lalu orang tua belajar bagaimana mengelola interaksi tersebut," imbuh Menkomdigi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....