MenPPPA Pastikan Pendampingan Tetap Terbuka bagi Korban Perundungan

  • 03 Okt 2026 16:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perundungan dapat memberikan pengalaman tidak menyenangkan yang berdampak pada kesehatan mental anak.
  • Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak merupakan langkah penting dalam menghadapi perundungan.
  • Orang tua perlu proaktif mengetahui pengalaman anak melalui dialog yang terbuka dan berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi memastikan layanan perlindungan dan pendampingan tetap terbuka bagi anak korban perundungan. Arifah mengatakan, penanganan persoalan anak harus mengutamakan kepentingan terbaik, keamanan, perlindungan, serta kebutuhan anak dan keluarga.

“Kami menghormati keputusan keluarga menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, namun layanan perlindungan tetap terbuka bagi anak dan keluarga. Pendampingan tetap tersedia sesuai kebutuhan anak dan keluarga,” kata Arifah di Jakarta, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Sementara itu, melansir situs Kementerian Kesehatan mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Orang tua perlu mendengarkan, memberikan dukungan, serta mengajarkan anak menghadapi perundungan secara tepat.

Kemenkes menyarankan anak mengabaikan ejekan, menjauh dari situasi perundungan, dan melapor kepada orang dewasa jika tindakan terus terjadi atau melibatkan kekerasan fisik. Sekolah juga perlu melakukan pemantauan serta membangun lingkungan yang mendorong sikap saling menghormati dan mencegah perundungan. (Nadya Syifa Syauqiyah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....