Pemerintah Perluas Gentengisasi, 500 Ribu Genteng Plered Didistribusikan
- 03 Okt 2026 14:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman meluncurkan Gerakan Gentengisasi untuk mendorong kebangkitan industri genteng nasional dengan distribusi masif.
- Sebanyak 500.000 keping genteng dari Plered, Purwakarta didistribusikan ke berbagai wilayah melalui 125 truk yang diberangkatkan pada 2 Oktober 2026.
- Pelepasan genteng dipimpin langsung oleh Menteri PKP Maruarar Sirait dan Mendagri Tito Karnavian, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap revitalisasi industri lokal.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendorong kebangkitan industri genteng melalui Gerakan Gentengisasi. Sebanyak 500.000 keping genteng dari Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, didistribusikan ke berbagai wilayah.
Pelepasan genteng dilakukan Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan sejumlah pejabat daerah. Sebanyak 125 truk diberangkatkan dari Lapangan Pasar Citeko, Plered,Purwakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan Gerakan Gentengisasi menjadi bentuk kolaborasi untuk menggerakkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) genteng. Menurutnya, program ini juga bertujuan memastikan masyarakat memperoleh produk genteng berkualitas dan memenuhi standar.
“Gentengisasi ini merupakan arahan Presiden dan kita ingin program ini juga memberikan manfaat bagi UMKM genteng. Terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah membantu para UMKM untuk mengurus sertifikasi SNI dan sertifikat keandalan,” ujar Menteri Ara dalam keterangan tertulis, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Ara menegaskan, penguatan standar dan sertifikasi diperlukan untuk menjaga kualitas genteng sekaligus melindungi konsumen. Dengan demikian, pengembangan industri dapat berjalan seiring peningkatan mutu produk bagi masyarakat.
“Jadi kualitas gentengnya terjaga, UMKM-nya bergerak. Tetapi konsumennya juga terlindungi,” katanya.
Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian mengatakan Gerakan Gentengisasi merupakan bagian dari arahan Presiden untuk mendorong penggunaan material atap yang lebih nyaman. Menurutnya, genteng membuat rumah lebih sejuk dan mengurangi kebisingan ketika hujan.
“Kalau menggunakan genteng, rumah lebih sejuk dan ketika hujan tidak terlalu bising. Dari sisi keindahan juga lebih baik. Genteng tanah liat juga merupakan produk yang khas dari Indonesia,” kata Tito.
Tito menilai, Gerakan Gentengisasi juga berpotensi menghidupkan kembali sentra produksi genteng di berbagai daerah. Menurutnya, pergerakan industri dapat membuka lapangan kerja bagi pengrajin hingga pengemudi pengangkut genteng.
“Program ini juga bisa menghidupkan kembali sentra-sentra genteng di Indonesia, termasuk Plered. Kalau industrinya bergerak, ekonomi ikut bergerak, lapangan kerja juga terbuka, mulai dari pengrajin genteng sampai para pengemudi yang mengangkutnya,” ujarnya.
Tito menyebutkan, sekitar 13 juta rumah di Jawa Barat atau 87 persen telah menggunakan genteng sebagai material atap. Ia menyebut penggunaan genteng akan terus didorong, terutama pada wilayah dengan kondisi geografis yang sesuai.
Selain itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengapresiasi Gerakan Gentengisasi karena memberikan peluang bagi pengrajin meningkatkan produksi. Ia juga mengapresiasi dukungan perbankan dalam menyediakan akses permodalan bagi pengusaha genteng Plered.
Gerakan Gentengisasi ini akan dilanjutkan di sentra produksi lainnya untuk memperluas penggunaan genteng sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. Kementerian PKP bersama pemerintah daerah juga dijadwalkan meluncurkan 2,4 juta keping genteng di Majalengka pada 8 November 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....