Pemprov Jabar Siapkan Pengrajin Lokal Penuhi Kebutuhan Gentengisasi
- 29 Sep 2026 23:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan pengrajin lokal dan UMKM genteng untuk memenuhi kebutuhan gentengisasi dalam program perumahan.
- Sekda Jabar Herman Suryatman memastikan pendampingan dilakukan agar pengrajin memenuhi standar SNI dan uji keandalan produk.
- Jawa Barat menjadi wilayah percontohan program gentengisasi yang melibatkan pengrajin lokal dengan fokus pada peningkatan kualitas produk dan kesiapan produksi.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tengah menyiapkan pengrajin lokal atau UMKM genteng memenuhi kebutuhan gentengisasi dalam program perumahan. Sekda Provinsi Jabar Herman Suryatman mengatakan pendampingan terus dilakukan untuk memastikan pengrajin memenuhi standar SNI dan uji keandalan.
Herman mengatakan, Jawa Barat saat ini menjadi wilayah percontohan program gentengisasi yang melibatkan pengrajin lokal. Pemerintah daerah memastikan kesiapan produksi sekaligus mendorong peningkatan kualitas produk pengrajin.
“Kami Jawa Barat dijadikan piloting untuk program gentengisasi. Kami sudah cek, di-cek dan cross check,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar tersebut usai rapat dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) membahas persiapan gentengisasi di Plered, Purwakarta, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Untuk Purwakarta, Herman memastikan 500 ribu genteng siap diluncurkan menggunakan 125 truk pada 2 Oktober 2026. Pengiriman tersebut, lanjutnya, melibatkan 14 pengrajin dari daerah tersebut.
Sementara itu, Majalengka dijadwalkan meluncurkan 2,4 juta genteng menggunakan 600 truk pada 8 November 2026. Pengiriman tersebut melibatkan 45 pengrajin yang telah mengikuti proses peningkatan standar produksi.
“Insyaallah tanggal 8 November hari Minggu, siap diluncurkan 2,4 juta genteng, 600 truk. Melibatkan secara langsung 45 pengrajin,” ucapnya.
Herman mengungkapkan, saat ini sebanyak 34 pengrajin Majalengka telah memiliki sertifikasi SNI dan 11 lainnya telah lolos uji keandalan. Ia menyebut, pemerintah daerah menargetkan pengrajin yang belum memiliki SNI dapat menyelesaikan proses tersebut pada akhir tahun ini.
“Target kami untuk di Majalengka saat ini 34 SNI. Untuk 11 lagi kami targetkan akhir tahun ini sudah mendapatkan SNI,” ujar Herman.
Sekda tersebut mengatakan, untuk pengrajin yang belum memenuhi persyaratan pengujian tetap mendapatkan pembinaan dari pemerintah daerah. Pembinaan tersebut, lanjutnya, telah dilakukan selama enam bulan secara intensif untuk meningkatkan kesiapan pengrajin.
Ia menyebut, ke depan, pemerintah daerah akan membangun ekosistem yang menghubungkan pasokan pengrajin dengan kebutuhan pasar secara langsung. Menurut Herman, langkah tersebut diarahkan untuk memperluas pemanfaatan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam program perumahan.
“Rencananya berikutnya kami akan dorong dalam format ekosistem, sehingga supply-demand bisa bertautan secara langsung. Insyaallah putaran berikutnya bisa berjalan secara terstruktur, sistemik, dan masif untuk UMKM kita,” katanya.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan program gentengisasi diarahkan untuk memperkuat kualitas hunian sekaligus memberdayakan UMKM lokal. Menurutnya, pemerintah tetap memastikan produk genteng memenuhi standar sebelum digunakan dalam program perumahan.
“Kita mau mendukung UMKM, tapi dengan cara mendidik kualitasnya juga harus bagus. Karena nanti ini kan dipakai oleh rakyat,” kata Maruarar.
Ia menambahkan, pengembangan UMKM tetap harus disertai peningkatan kualitas melalui pembinaan dan standardisasi produk. “Jadi mereka bukan hanya dikasih pekerjaan tanpa standar, mereka lolos dulu kan, baru kita kasih kerjaan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....