DVI Identifikasi 12 Korban KM Virgo, Total 63 Jenazah Sudah Dikenali

  • 02 Okt 2026 22:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan kembali mengidentifikasi 12 korban kapal Virgo Transport 8.
  • Sebanyak 11 korban merupakan laki-laki dan satu perempuan.
  • Ke-12 jenazah tersebut merupakan korban yang ditemukan dan dievakuasi tim SAR dalam beberapa hari terakhir.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan kembali mengidentifikasi 12 korban kapal Virgo Transport 8. Sebanyak 11 korban merupakan laki-laki dan satu perempuan.

Karo Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti mengatakan 12 jenazah tersebut merupakan korban yang ditemukan dan dievakuasi tim SAR dalam beberapa hari terakhir. "12 jasad yang teridentifikasi ini dari serangkaian temuan evakuasi oleh tim SAR gabungan dalam beberapa hari terakhir," kata Hastry di Banjarmasin, Jumat 2 Oktober 2026.

Sebanyak 12 korban yang teridentifikasi yakni Yudis Tri Kurniawan asal Sidoarjo, Jawa Timur; Tigi Dadang Prayugi asal Surabaya, Jawa Timur. Lalu, Jarot Setiawan asal Blitar, Jawa Timur; dan Sulisman asal Malang, Jawa Timur.

Kemudian Kumaedi asal Kudus, Jawa Tengah; Aji Albani asal Pesawaran, Lampung; M Syahril asal Barito Kuala, Kalimantan Selatan; Imam Buhari asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan; Zaenal Walad Husen asal Karawang, Jawa Barat; Iyus asal Garut, Jawa Barat; M Taufiq asal Malang, Jawa Timur; serta Marsiti asal Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dengan tambahan 12 korban tersebut, total sudah 63 jenazah yang berhasil diidentifikasi dari 80 jenazah yang telah diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Sementara itu, masih terdapat 17 jenazah yang menjalani proses identifikasi oleh tim DVI.

Hastry meminta keluarga korban bersabar menunggu proses identifikasi. Menurutnya, kondisi sebagian jasad yang ditemukan membuat proses pencocokan identitas membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi.

"Jadi tim DVI membutuhkan ketelitian tinggi untuk pencocokan dengan data ante mortem atas jasad yang diperiksa," ujarnya. Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data ante mortem yang diperoleh dari keluarga dengan data post mortem dari jenazah yang diterima tim DVI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....