Lorong Bangkai KM Virgo Banyak Tertutup, Akses Penyelam SAR Terbatas Cari Korban
- 01 Okt 2026 12:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Basarnas RI menegaskan, proses pencarian korban Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa masih menghadapi kendala di bawah permukaan air.
- Kepala Seksi Operasi Basarnas Banjarmasin, Bramantya Semara mengatakan, kondisi tersebut menyulitkan tim untuk menjangkau bagian dalam kapal
- Akses masuk penyelam ke badan kapal sangat terbatas karena tertutup
RRI.CO.ID, Jakarta - Basarnas RI menyatakan, proses pencarian korban Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa masih menghadapi sejumlah kendala. Kondisi bangkai kapal yang terbalik membuat sejumlah lorong tertutup dan menyebabkan ruang gerak penyelam menjadi sangat terbatas.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Banjarmasin, Bramantya Semara mengatakan, kondisi tersebut menyulitkan tim untuk menjangkau bagian dalam kapal. “Akses masuk penyelam ke badan kapal sangat terbatas karena tertutup,” kata Bramantya dalam keterangannya seperti dilansir Antara, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurutnya, posisi kapal terbalik membuat berbagai barang milik penumpang berpindah dan berada di bagian langit-langit kapal. Situasi tersebut, menambah tingkat kesulitan penyelam ketika harus menyisir bagian dalam bangkai kapal untuk mencari korban.
Ia menjelaskan, kondisi bangkai KM Virgo yang masih labil menjadi pertimbangan penting bagi tim SAR. Arus dan gelombang yang cukup kuat, membuat penyisiran di sekitar badan kapal memiliki risiko terhadap keselamatan para penyelam.
"Karena itu, proses penyelaman dilakukan dengan memperhitungkan kondisi bangkai kapal dan lingkungan di sekitarnya. Namun pada prinsipnya kita tetap mengoptimalkan segala upaya yang bisa dilakukan agar bisa menemukan sisa korban,” ucap Bramantya.
Selain menyisir bangkai kapal, operasi SAR kini juga diperluas ke wilayah perairan dan pesisir Kalimantan Tengah. Perluasan pencarian dilakukan setelah sejumlah korban ditemukan di wilayah Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Sukamara.
Pada hari ke-18 operasi SAR, empat jasad kembali ditemukan di wilayah Kalimantan Tengah. Satu korban ditemukan di kawasan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, sedangkan tiga lainnya ditemukan di Sungai Teruntum, Kabupaten Seruyan.
Dengan tambahan empat korban tersebut, jumlah korban meninggal yang telah ditemukan hingga, Rabu kemarin, mencapai 78 orang. Dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes, sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 57 orang lainnya masih proses pencarian.
Sebagian korban meninggal yang telah ditemukan, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi. Sementara empat jasad yang baru ditemukan di Kalimantan Tengah, masih menjalani proses evakuasi dan penanganan sebelum dibawa ke Banjarmasin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....