PBNU Angkat Penguatan Tradisi dalam Tema Hari Santri 2026

  • 02 Okt 2026 15:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekretaris Jenderal PBNU Gus Gudfan Arif mengatakan, kemajuan zaman tidak boleh membuat santri tercerabut dari akar
  • Peluncuran tema dan logo Hari Santri 2026 menjadi momentum PBNU memperkuat konsolidasi organisasi dan pengabdian kepada masyarakat
  • PBNU mengajak jajaran Nahdlatul Ulama, pesantren, santri, dan masyarakat menjadikan Hari Santri sebagai momentum penguatan nilai kebangsaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengangkat penguatan tradisi dalam tema peringatan Hari Santri 2026. Tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” menegaskan pentingnya tradisi keilmuan pesantren bagi santri Indonesia.

Sekretaris Jenderal PBNU Gus Gudfan Arif mengatakan, kemajuan zaman tidak boleh membuat santri tercerabut dari akar. Menurutnya, santri perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan sanad, adab, serta tradisi pesantren.

“Santri harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi jangan pernah kehilangan akar. Akar tersebut mencakup tradisi keilmuan pesantren, sanad, adab, serta nilai yang diwariskan para masyayikh," kata Gus Gudfan dalam siaran pers tertulis, Jumat, 2 Oktober 2026.

Gus Gudfan mengatakan, kekuatan akar tradisi menjadi bekal bagi santri menghadapi berbagai tantangan baru masyarakat. Ia menilai, santri tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga perlu menghadirkan solusi bagi persoalan bangsa dan negara.

“Semakin kuat akarnya, semakin luas pula pengabdiannya. Pengabdian santri perlu menjangkau berbagai persoalan masyarakat dengan tetap berlandaskan nilai pesantren," ujar Gus Gudfan.

Dijelaskan, Frasa “Menjaga Keutuhan Negeri” mengingatkan perjalanan panjang kaum santri dalam perjuangan dan kehidupan kebangsaan Indonesia. Pesantren dan santri memiliki tanggung jawab merawat persaudaraan, menjaga kebinekaan, serta memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Cinta kepada tradisi dan cinta kepada negeri tidak pernah berseberangan. Menjaga agama perlu berjalan beriringan dengan menjaga persaudaraan dan keutuhan bangsa Indonesia," ujar Gus Gudfan.

Penguatan pesan tersebut turut diwujudkan melalui logo Hari Santri 2026 yang memuat akar, kitab terbuka, kubah, dan bintang. Setiap elemen memiliki makna berkaitan dengan tradisi keilmuan, spiritualitas, serta cita-cita pengabdian para santri.

Akar melambangkan tradisi dan sanad keilmuan yang kokoh, sedangkan kitab menggambarkan ilmu pengetahuan pesantren. Kubah merepresentasikan nilai spiritual dan kehidupan keagamaan, sementara bintang menggambarkan cita-cita luhur santri.

“Kitab mengingatkan bahwa santri tumbuh bersama ilmu, sementara akar mengingatkan dari mana kita berasal. Kubah menunjukkan landasan spiritual, sedangkan bintang menjadi simbol cita-cita dan arah pengabdian," ujar Gus Gudfan.

Peluncuran tema dan logo Hari Santri 2026 menjadi momentum PBNU memperkuat konsolidasi organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.

Momentum tersebut berlangsung setelah pengumuman susunan Pengurus PBNU Masa Khidmah 2026–2031 yang baru.

Gus Gudfan menegaskan, Hari Santri tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial tanpa memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat.

Menurutnya, momentum tersebut harus menghidupkan kembali nilai keilmuan, akhlak, keteladanan, dan kepedulian kepada sesama.

“Tradisi itu bukan sekadar untuk dikenang, tradisi harus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat Tradisi mengandung ilmu, adab, keteladanan, kepedulian kepada sesama, serta tanggung jawab menjaga negeri," ujarnya.

PBNU mengajak jajaran Nahdlatul Ulama, pesantren, santri, dan masyarakat menjadikan Hari Santri sebagai momentum penguatan nilai kebangsaan. Seluruh struktur NU didorong menyosialisasikan tema serta logo Hari Santri melalui berbagai kegiatan produktif dan bermanfaat.

“Hari Santri adalah momentum untuk mengingat dari mana kita berasal sekaligus menentukan ke mana kita akan melangkah. Akar santri tetap tradisi pesantren, sementara pengabdiannya harus menjangkau seluruh negeri," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....