Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Masyarakat Diajak Terapkan Nilai Sila

  • 21 Sep 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia akan memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 dengan mengangkat tema 'Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur'.
  • Tema peringatan ini sejalan dengan semangat Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
  • Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Endah Budi Heriani, menjelaskan makna mendalam dari tema peringatan tahun ini.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia akan memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Tema itu selaras dengan semangat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Endah Budi Heriani, menjelaskan makna tema tersebut.

Menurut Endah, para pendiri bangsa merumuskan Pancasila berdasarkan nilai kebudayaan dan adat istiadat Indonesia. Nilai-nilai itu kemudian menjadi landasan untuk menyatukan bangsa.

Ia menilai kata “pemersatu” penting karena Indonesia memiliki keragaman yang luas. Persatuan membantu masyarakat bekerja bersama mewujudkan kehidupan yang adil dan makmur.

“Kalau kita mengerjakan sesuatu sendiri, mewujudkan masyarakat adil dan makmur pasti memerlukan waktu dan usaha luar biasa. Tetapi jika kita bisa bersatu bekerja bersama untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur, itu bukan sesuatu yang sulit,” ujar Endah saat berbincang dengan Pro3 RRI, Senin, 21 September 2026.

Ia mengatakan keberagaman Indonesia merupakan kekuatan untuk mencapai tujuan bersama. Karena itu, masyarakat perlu menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak semestinya hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah. Momentum tersebut juga dapat digunakan untuk mengingat pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila.

Endah menyebut Pancasila dapat menjadi pedoman sekaligus pandangan hidup masyarakat Indonesia. Penerapannya dapat dilakukan melalui berbagai tindakan sederhana dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Salah satu penerapannya terlihat dalam kehidupan masyarakat di ruang digital. Endah mengingatkan masyarakat agar berpikir kritis, menjaga toleransi, dan mempertimbangkan dampak unggahan.

Penggunaan media sosial perlu memperhatikan nilai persatuan agar perbedaan tidak berkembang menjadi perpecahan. Sikap toleran juga diperlukan ketika masyarakat menghadapi perbedaan pandangan.

“Pancasila ada lima sila dan masing-masing mempunyai nilainya masing-masing, saya rasa itu bisa kita jadikan pedoman kehidupan sehari-hari. Contoh terkait dengan ruang digital, kita harus bisa menggunakan nilai-nilai Pancasila dalam bermedia sosial,” ucap Endah.

“Kita harus bisa berpikir kritis kemudian menjaga toleransi, kalau upload status kita harus berpikir panjang. Apakah ada yang terganggu atau tidak, toleransi atau kita harus bisa menghindari perpecahan,” kata Endah.

Tantangan lainnya adalah menginternalisasi nilai-nilai Pancasila, terutama kepada generasi muda. Endah mengatakan masyarakat perlu memahami sejarah ketika Pancasila menghadapi berbagai cobaan.

Menurut Endah, Gerakan 30 September 1965 menjadi salah satu contoh persoalan politik yang dihadapi Pancasila. Ia mengatakan Pancasila dan Negara Republik Indonesia tetap bertahan sebagai dasar negara.

Endah menekankan peringatan 1 Oktober harus diwujudkan melalui penerapan nilai setiap sila. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dapat diterapkan sehari-hari. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....