Ketua Dewas: Generasi Muda RRI Perlu Ruang Luas untuk Eksplorasi

  • 11 Sep 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Dewan Pengawas LPP RRI meminta generasi muda RRI mendapat ruang luas dalam eksplorasi dan pengembangan kreativitas.
  • Generasi muda dianggap sebagai kekuatan baru yang dapat mendorong inovasi di lembaga penyiaran publik.
  • Komposisi pegawai RRI menunjukkan 60,2 persen berada di usia 40 tahun ke bawah, memberikan peluang besar untuk eksplorasi lembaga.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Anwar Mujahid Adhy Trisnanto meminta generasi muda RRI mendapat ruang luas dalam eksplorasi. Menurut Anwar, generasi muda merupakan kekuatan baru yang dapat mendorong tumbuhnya kreativitas dan inovasi lembaga.

Anwar mengatakan komposisi pegawai RRI saat ini memberikan peluang besar bagi pengembangan eksplorasi lembaga. Ia menyebut sebanyak 60,2 persen pegawai RRI saat ini berusia 40 tahun ke bawah.

“Komposisi 60-40 tadi merupakan bonus demografi yang membuka ruang tumbuh suburnya eksplorasi, kreativitas, dan inovasi. Generasi muda RRI inilah yang saya sebut DNA baru RRI, inilah senjata sakti mandraguna kita yang lain,” ucap Anwar dalam prosesi penyulutan obor Tri Prasetya HUT ke-81 RRI di Auditorium Abdulrachman Saleh, Gedung RRI Jakarta, Jumat, 11 September 2026.

Anwar menegaskan generasi muda RRI harus mendapatkan ruang seluas-luasnya untuk mengambil peran dalam eksplorasi lembaga. Ia mengingatkan agar potensi generasi muda tidak justru terpinggirkan dalam proses pembaruan RRI ke depan.

“DNA baru RRI harus diberi ruang seluas-luasnya untuk berperan dalam langkah-langkah eksplorasi ke depan. Jangan sampai generasi muda RRI sekadar menjadi tamu di lembaganya sendiri,” katanya.

Menurut Anwar, ruang eksplorasi tersebut menjadi penting ketika RRI menghadapi perubahan teknologi dan berbagai bentuk disrupsi. Ia juga mendorong manajemen mempelajari penerapan ambidextrous leadership untuk memastikan transformasi berlangsung secara berkelanjutan.

Anwar menjelaskan pendekatan tersebut menggabungkan kemampuan mempertahankan keberlangsungan dengan keberanian melakukan eksplorasi pembaruan. Menurutnya, eksploitasi menghasilkan keberlangsungan, sedangkan eksplorasi menghasilkan pembaruan bagi organisasi.

Menurut Ketua Dewas, kedua pendekatan tersebut saling membutuhkan dan perlu dijalankan secara bersamaan dalam organisasi. Ia menilai langkah tersebut diperlukan agar RRI tetap mampu berkembang menghadapi perubahan yang terus berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....