MBG Bakal Perbanyak Sumber Protein dari Ikan, BGN Siap Jadi 'Offtaker'

  • 01 Okt 2026 23:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BGN RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat kerja sama, meningkatkan pemanfaatan ikan sebagai sumber protein.
  • Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, pemenuhan kebutuhan gizi menjadi salah satu perhatian utama dalam penyusunan menu MBG.
  • Yang kami ingin sebetulnya tidak hanya itu, kami ingin memperlakukan perikanan tangkap di laut juga.

RRI.CO.ID, Jakarta - BGN RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat kerja sama, meningkatkan pemanfaatan ikan sebagai sumber protein. Yakni, sumber protein untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kolaborasi tersebut, dituangkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS), untuk menghubungkan kebutuhan menu MBG dengan potensi hasil perikanan. Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, pemenuhan kebutuhan gizi menjadi salah satu perhatian utama dalam penyusunan menu MBG.

“Intinya adalah bagaimana kandungan gizi dalam satu ompreng menu makanan yang disediakan bagi penerima manfaat. Baik peserta didik maupun nonpeserta didik, yaitu 3B, Busui, Bumil, dan Balita, itu tersaji dengan kandungan gizi yang cukup,” kata Sudaryono dalam agenda penandatanganan PKS BGN dan KKP, di Jakarta, Rabu, 30 September 2026.

Dalam kerja sama tersebut, BGN mendorong, ikan tidak hanya digunakan berdasarkan pola konsumsi masyarakat di daerah tertentu. Tetapi, juga memanfaatkan hasil perikanan tangkap dari laut.

“Yang kami ingin sebetulnya tidak hanya itu, kami ingin memperlakukan perikanan tangkap di laut juga. Karena kandungan gizinya juga baik, apakah itu tongkol, apakah itu tuna, apakah itu ikan-ikan yang lain,” ucap Sudaryono.

BGN, kata Sudaryono, menilai pemanfaatan ikan dalam MBG perlu disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah. Karena itu, menu MBG tidak harus dibuat seragam di seluruh Indonesia selama tetap memenuhi standar kebutuhan gizi penerima manfaat.

Penyesuaian menu MBG, dapat dilakukan berdasarkan ketersediaan bahan baku, potensi pangan lokal, serta kebiasaan konsumsi masyarakat di daerah tersebut. Pendekatan itu, diharapkan membuat bahan pangan lokal lebih optimal sekaligus memperluas pilihan sumber protein dalam menu MBG.

Kerja sama BGN dan KKP juga diarahkan untuk mendukung gerakan gemar makan ikan yang selama ini didorong KKP. BGN menyatakan, siap menjadi offtaker hasil perikanan untuk kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam penyediaan menu MBG.

“Kami ingin dalam satu menu makanan itu ada ikan, kandungan asupan protein yang cukup, itu yang paling utama. Jadi kami mendukung gerakan gemar makan ikannya Kementerian KKP, kami siap untuk menjadi offtaker dan kemudian memperlakukan ini ke menu-menu ompreng,” ujar Sudaryono.

Skema tersebut, berpotensi mempertemukan kebutuhan bahan pangan dalam program MBG dengan produksi perikanan dari berbagai daerah. Implementasi kerja sama selanjutnya, akan menentukan bagaimana hasil perikanan dapat masuk ke dalam rantai penyediaan bahan pangan untuk program tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....