Pemerintah Lanjutkan Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi di Tahun 2027

  • 01 Okt 2026 04:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah akan melanjutkan Program Magang Nasional (PMN) di tahun 2027 sebagai bagian dari komitmen pengembangan sumber daya manusia.
  • Keputusan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta.
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi pengumum resmi kebijakan lanjutan program magang nasional ini.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah akan kembali melanjutkan program magang nasional (PMN) di tahun 2027. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Ia menjelaskan keputusan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Diungkapkan Menko Airlangga, arahan ini disampaikan Kepala Negara dalam rapat terbatas (ratas) yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ratas tersebut diketahui membahas perkembangan perekonomian indonesia. Selain itu dalam ratas Presiden juga memutuskan rancangan keberlanjutan program bantuan pemerintah untuk masyarakat di tahun 2027.

"Bapak Presiden juga memberikan arahan terkait dengan program-program, yang sudah dilaksanakan tahun ini dan akan dilanjutkan di tahun 2027. Yang pertama itu terkait dengan program magang," kata Airlangga, dalam konferensi persnya usai mengikuti ratas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.

Lebih lanjut diungkapkan Menko Perekonomian, keberlanjutan Program Magang Nasional ini akan dilaksanakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Dalam program ini, pemerintah menargetkan dapat menyerap 150.00 peserta.

Selain itu Airlangga menuturkan bahwa pemerintah juga akan kembali melanjutkan program pelatihan vokasi. Dimana pada tahun 2027, target serapan peserta pelatihan vokasi tersebut mencapai 300.000 orang.

"Program magang yang di Kementerian Tenaga Kerja dilanjutkan untuk 150.000. Kemudian program vokasi, itu dilanjutkan untuk 300.000 orang," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....