Menteri Ekraf: Kreativitas Pulihkan Harapan Anak Terdampak Bencana
- 30 Sep 2026 21:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Ekraf menghadirkan showcase “Bukit Mimpi”, bagi anak terdampak bencana
- Sebanyak 20 lukisan anak Aceh Tamiang dan Pariaman, dipamerkan di Jakarta
- Program Melukis Bersama melibatkan 200 anak terdampak bencana, dari Aceh Tamiang dan Pariaman
- Ekonomi kreatif dinilai dapat mendukung pemulihan psikososial anak pascabencana
- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyebut kegiatan melukis dapat menjadi terapi pascabencana
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, menghadirkan showcase “Bukit Mimpi” di KiN Space, SCBD Jakarta. Pameran ini menampilkan 20 lukisan karya anak terdampak bencana dari Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Pariaman.
"Bukit Mimpi” merupakan bagian dari Program EKRAF Peduli – Pulih Bersama, Bangkit Berdaya dan rangkaian Program Melukis Bersama Anak-Anak. Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, berharap kegiatan ini dapat mendukung pemulihan psikososial pascabencana melalui kreativitas.
“Kreativitas mungkin tidak dapat menghapus jejak bencana, tetapi kreativitas dapat menjadi ruang untuk memulihkan harapan. Melalui karya, anak-anak dapat kembali berekspresi, membangun rasa percaya diri, dan melihat masa depan dengan optimisme. Anak-anak dari Aceh Tamiang dan Pariaman tidak hanya diberi ruang untuk berkarya, tetapi juga berkesempatan agar karya mereka diapresiasi oleh masyarakat yang lebih luas,” ungkap Menteri Ekraf di Jakarta, Selasa 29 September 2026.
Teuku Riefky Harsya menambahkan, kreativitas membantu anak-anak kembali berekspresi setelah menghadapi pengalaman bencana. Menteri Ekraf juga mendorong anak-anak terus berkarya, dan mengembangkan kemampuan mereka.
“Teruslah berkarya dan jangan pernah berhenti bermimpi. Apa yang kalian lukiskan hari ini mungkin berawal dari sebuah pengalaman, tetapi kelak bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kreativitas merupakan kekuatan yang dapat terus tumbuh apabila diasah dan diberikan kesempatan,” ujarnya.
Program Melukis Bersama Anak-Anak, melibatkan 200 peserta, dengan 100 anak berasal dari Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kota Pariaman. Dari 200 peserta, sebanyak 20 karya dari masing-masing daerah sebanyak 10 karya, terpilih untuk dipamerkan di Jakarta.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar turut menyoroti peran ekonomi kreatif. Menurutnya, ekonomi kreatif dapat meningkatkan nilai tambah karya masyarakat, termasuk karya anak-anak.
“Ekonomi kreatif itu bisa masuk ke wilayah yang paling substantif meningkatkan nilai tambah dari seluruh karya-karya anak bangsa Indonesia termasuk untuk talenta yang luar biasa bisa menghasilkan karya seni yang bisa terus kita kembangkan. Saya semakin menyadari melukis juga bisa menjadi terapi pascabencana. Bahkan, ini bisa menjadi usulan kurikulum penanggulangan bencana,” ujar Muhaimin.
Salah satu peserta, Irga Al Fachryansyah dari SMPN 1 Kejuruan Muda, Aceh, merasakan manfaat kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan melukis membantu mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya.
“Dari kegiatan ini, saya belajar cara melukis yang lebih baik lagi. Kegiatan ini berguna untuk melatih kreativitas supaya saya bisa menghasilkan lukisan yang lebih bagus. Saya berharap kegiatan melukis seperti ini akan terus ada dan semakin banyak anak-anak yang mau mengikutinya,” ucap Irga.
Irga tampil membawa lukisan berjudul ‘Kembali Membangun, Kembali Bermimpi bersama EKRAF’. Karya tersebut menjadi bagian dari 20 lukisan anak yang dipamerkan dalam showcase “Bukit Mimpi”.
“Bukit Mimpi” merupakan tahap akhir rangkaian Program Melukis Bersama. Tahap sebelumnya mencakup persiapan, survei, training of trainers, bootcamp, dan local showcase.
Program EKRAF Peduli juga dilaksanakan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Intervensinya meliputi sertifikasi barista, peningkatan kapasitas juru masak, dan pengembangan kapasitas konten kreator.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....