SPLP Kemkomdigi Berhasil Proses 19,8 Juta Transaksi Perlinsos Digital
- 30 Sep 2026 17:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lebih dari 19,8 juta transaksi berhasil diproses dalam piloting digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos Digital) Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP).
- Menteri Komdigi Meutya Hafid menyampaikan capaian ini dalam Rapat Tingkat Menteri yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Sosial untuk membahas perluasan program Perlinsos.
- Program Perlinsos Digital memasuki fase perencanaan implementasi tahun 2027 dengan target perluasan jangkauan layanan perlindungan sosial yang lebih luas kepada masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mencatat lebih dari 19,8 juta transaksi telah diproses dalam pelaksanaan piloting digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos Digital). Transaksi tersebut diproses melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP).
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, berdasarkan rekapitulasi data per 28 September 2026, digitalisasi Perlinsos telah melayani sekitar 5,4 juta kepala keluarga (KK). "Perlinsos Digital ini kita telah berhasil memproses lebih dari 19,8 juta transaksi atau sekitar 5,4 juta KK yang terlayani," kata Meutya dalam Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
Menurut Meutya, capaian tersebut menunjukkan piloting Perlinsos Digital telah menguji SPLP melalui transaksi nyata. Hal itu menjadi bagian dari persiapan pemerintah menuju implementasi secara lebih luas.
SPLP berfungsi sebagai penghubung pertukaran data antarinstansi pemerintah. Sistem tersebut mendukung proses validasi data agar berlangsung lebih cepat dan terintegrasi.
Meutya mengatakan, SPLP menjadi bagian penting dalam membangun interoperabilitas antarsistem pemerintah melalui pertukaran data antarinstansi. "Ini menjadi bekal untuk langkah-langkah kami berikutnya dalam persiapan menuju rollout," ucapnya.
"Komdigi tugas utamanya adalah sebagai tulang punggung interoperabilitas. Artinya pertukaran data melalui sistem yang kami bangun, yang namanya Sistem Penghubung Layanan Pemerintah atau SPLP," ujarnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....