Menkomdigi: Tanggung Jawab Kunci Keberhasilan Inovasi Digital

  • 30 Sep 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan tanggung jawab sebagai kunci keberhasilan inovasi teknologi digital.
  • Pernyataan ini disampaikan dalam keynote speech pada acara 'Human Connection in a Digital World' yang diselenggarakan di Jakarta pada 29 September 2026.
  • Acara tersebut dihadiri oleh alumni University of New South Wales yang tergabung dalam Indonesia Alumni Reception.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan pentingnya tanggung jawab dalam pengembangan inovasi teknologi digital. Menurutnya, inovasi tidak hanya perlu didorong, tetapi juga harus dikembangkan secara bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan Meutya saat menjadi pembicara utama dalam acara Human Connection in a Digital World yang digelar di Jakarta, Selasa, 29 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti alumni University of New South Wales (UNSW) yang tergabung dalam Indonesia Alumni Reception.

Meutya mengatakan, Indonesia dan Australia memiliki semangat yang sama dalam mengembangkan inovasi digital. Namun, prinsip tanggung jawab perlu menjadi bagian utama dalam setiap pengembangan teknologi.

"Menurut saya, kata kuncinya adalah bertanggung jawab. Bukan sekadar mendorong inovasi, kita percaya. Saya kira Australia juga memiliki semangat yang sama bahwa setiap inovasi harus dikembangkan secara bertanggung jawab," kata Meutya dalam keterangan tertulis, Rabu, 30 September 2026.

Meutya mengajak alumni UNSW memperkuat kontribusi dalam pengembangan inovasi untuk mendukung pembangunan Indonesia. Menurutnya, para alumni memiliki keahlian di sejumlah bidang strategis yang dapat mendukung pengembangan teknologi digital.

Bidang tersebut antara lain kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), keamanan siber, pendidikan, dan energi berkelanjutan. Meutya menilai pengembangan di bidang-bidang tersebut berpeluang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung agenda pembangunan nasional.

"Hal ini membuka peluang untuk bertukar gagasan dan mengembangkan teknologi yang melayani serta melindungi manusia. Jadi bukan justru menjadi gangguan bagi kemanusiaan," ujar Meutya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....