Bentuk Pusat Inovasi Digital, BI Sasar Talenta Digital di Kalangan Anak Muda
- 02 Mei 2026 20:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bank Indonesia (BI) membentuk Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk mendukung transformasi ekonomi dan keuangan digital di Indonesia
- Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, BI sudah menyeleksi 800 tim yang akan mengikuti program PIDI. “800 tim merupakan hasil seleksi awal dari dua ribu proposal yang masuk
- Pemerintah juga telah menginisiasi Satuan Tugas (Satgas) Strategi Nasional AI Terintegrasi
RRI.CO.ID, Jakarta – Bank Indonesia (BI) membentuk Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk mendukung transformasi ekonomi dan keuangan digital di Indonesia. Melalui PIDI, BI akan membekali para talenta digital muda dengan kompetensi teknis di bidang inovasi digital dan kewirausahaan.
“Ini adalah momentuk bagi kita semua untuk berubah, belajar, dan untuk memanfaatkan AI untuk berbagai kepentingan yang bermanfaat,” kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam peluncuran PIDI di Jakarta, pekan ini. BI menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ASPI, AFTECH, APUVINDO, dan LPPI untuk mengembangkan PIDI.
BI sudah menyeleksi 800 tim yang akan mengikuti program PIDI. “800 tim merupakan hasil seleksi awal dari dua ribu proposal yang masuk,” ucap Gubernur Perry.
Jumlahnya proposal yang diajuka itu meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2025. Ini, tambah Perry, menunjukkan antusias kalangan anak muda dalam bidang inovasi digital.
Untuk mematangkan ide inovasinya, 800 tim tersebut akan mengikuti program pelatihan berbasis kebutuhan riil industri. Mulai dari pelatihan dasar (essential training), pelatihan lanjutan atau ahli (practitioner training), dan proyek akhir (capstone project).
“Para peserta PIDI juga akan difasilitasi melalui business matching agar inovasi yang dikembangkan tidak hanya berhenti sebagai prototype. Tapi inovasinya dapat diaplikasikan di industri,” ujar Perry.
Pada kesempatan tersebut juga hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno. Ia menekankan pentingnya memastikan inovasi memiliki makna dan dampak nyata bagi masyarakat.
“Inovasi dalam memanfaatkan teknologi harus punya arti pada masyarakat, yaitu membantu kelompok marginal agar naik kelas. Supaya teknologi tidak memperlebar disparitas, tapi teknologi harus meningkatkan keadilan bagi masyarakat,”kata Pratikno.
Dia menambahkan, Pemerintah juga telah menginisiasi Satuan Tugas (Satgas) Strategi Nasional AI Terintegrasi. Satgas ini bertugas untuk merpercepat kesiapan Indonesia dalam menghadapi disrupsi yang ditimbulkan oleh teknologi kecerdasan buatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....